BPTP NTT Partisipasi Semarakan Festival Tanaman Hias dan Buah 2019

KUPANG.NUSA FLOBAMORA– Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT untuk kedua kalinya turut berpartisipasi dalam ajang Festival Tanaman Hias dan Buah 2019.

BPTP NTT hadir bukan mengikuti lomba di Festival tetapi berpartisipatif guna memotivasi pembudidayaan aneka sayuran dalam memanfaatkan lahan kering.

Peneliti dari BPTP Balitbangtan NTT, Dr. Toni Basuki, M.Sc menyampaikan hal ini di sela-sela kegiatan Festival  di Undana, Rabu (4/9/2019).

Toni Basuki menjelaskan, partisipasi pihaknya ini  sesungguhnya memicu orang tentang NTT tidak senegatif bahwa NTT kering, miskin, dll tetapi potensi lokal sangat berlimpah.

“Kita memicu orang bahwa potensi lokal dengan sentuhan teknologi ini, kesan orang kering kerontang sebetulnya hijau. Jadi kehadiran BPTP memberikan nuansa, semangat kepada petani juga orang di kota untuk mencintai potensi lokal,” katanya.

Pada momen inipun Kelompok Tani (Poktan) Krisan dari Desa Nepala, Kecamatan Molo Utara, TTS, turut berpartisipasi di ajang Festival Tanaman Hias dan Buah 2019.

Ajang Festival yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis Undana ke 57,  Poktan Binaan BPTP NTT sejak 2015 ini memamerkan hasil karya petani yang dipelihara berupa bunga dan aneka  olahan   makanan siap saji.

Ketua Poktan Krisan,  Hudiamina Lassa menjelaskan soal keikutsertaan mereka di ajang ini.

Dijelaskannya, pemberian nama Poktan Krisan yang berarti Bunga ini memang menjadi pilihan pengurus dan anggota. Sejak tahun 2015, poktan ini mendapatkan pembinaan dari BPTP NTT berupa kegiatan taman teknologi pertanian (TTP) di Molo, Kabupaten TTS.

KWT ini, katanya, sangat potensial bergerak di semua bidang bukan saja pengembangan aneka sayur, tapi juga pengolahan pasca panen. Petani  dilatih mengola pangan baik  sayur, jagung, padi ataupun  semua potensi yang ada menjadi makanan siap saji.

“Kelompok petani Krisan dari Desa Nepala ini beranggotakan cukup banyak orang. Tapi untuk Festival kami yang datang  12 orang. Kami pamerkan hasil  budidaya tanaman hias, sayur, buah,  straw berry. Ada 12 jenis bunga yang kami bawa di festival,” jelasnya.

Ditanya soal pasarannya selama ini, Hudiamina yang didampingi beberapa kaum ibu itu menjelaskan bahwa tersedia. Biasanya ada orang khusus yang memesan dan diambil untuk dipasarkan di Kota Kupang.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *