Poktan Rindu Sejahtera-Noelbaki Terbantu Kehadiran BPTP NTT

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Kelompok tani (Poktan) Rindu Sejahtera di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang bersyukur mendapat pendampingan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT.

Sejak pendampingan dalam beberapa waktu lalu itu, sistem pola tanam Jajar Legowo diatas areal 262 hektar, petani memanen hasil jauh lebih banyak ketimbang pola manual selama ini.

Hal ini diungkapkan anggota Poktan Rindu Sejahtera, Andreas Loinati kepada Wartawan di sela-sela kegiatan bimtek penyuluh pertanian yang difasilitasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT di Noelbaki, Rabu (28/8/2019).

Andreas Loinati mengatakan, jumlah anggota poktan saat 292 orang. Mereka selama ini memang sudah pernah menerapkan pola tanam Jajar Legowo namun tidak memberi hasil maksimal. Hal ini karena pola pendampingan yang kurang dan warga lebih memilih menanam apa yang dia ketahui.

Namun, kata Andreas, sejak hadirnya penyuluh dari BPTP NTT ditambah ada temu petani setiap Senin, petani mulai merubah pola tanam Jajar Legowo sistem 2-1 dan hasilnya jauh lebih bagus.

“Kesulitan yang kami hadapi soal kurangnya perhatian dari dinas. Penyuluhan tidak pernah kami dapatkan secara rutin. Selain itu, permasalahan pupuk. Memang setiap Senin semua anggota duduk bersama dengan penyuluh dari BPTP NTT, tapi kami juga harapkan penyuluh dari dinas juga harus rutin bersama kami,” pintanya.

Tentang persoalan hama tanaman, Andreas mengakui selalu terjadi. Walaupun begitu, pihaknya masih bersyukur area serangan tidak terlalu luas dan bisa tertangani. Dirinya berharap pertemuan bersama antar penyuluh ini, bisa memberi kesadaran kepada mereka untuk selalu ada bersama petani dalam menjawabi persoalan tanaman.

Kepala Seksi Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Marselinus Ndarung, S.Pt
ketika membuka kegiatan ini mendukung penuh terobosan dari BPTP NTT. Saat ini, Gubernur NTT mendorong pihaknya untuk meningkatkan
hasil produktifitas pertanian.

Menurut Marselinus, untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian maka semua pihak harus saling bekerjasama dan saling mendukung. Harapan Gubernur  NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT agar hasil pertanian tanaman pangan dan  holtikultura terusvmeningkat dalam membantu kesejahteraan warga.

Dia mengakui pola pendekatan dalam upaya memajukan sektor pertanian melalui sekolah lapang sangat luar biasa. Semakin hari semakin meningkat volumenya dan diharapkan terobosan yang dibuat BPTP NTT dalam hal sekolah lapang terus ditingkatkan kedepannya.

Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Kupang,
Bandapotan Siallagam, M.Si lebih menjelaskan, pihaknya sekarang ini fokus terhadap pertanian dalam mewujudkan Kabupaten Kupang mandiri dan sejahtera. Melalui Revolusi 5-P terutama pertanian, dirinya berharap BPTP NTT terus membantu dengan menciptakan inovasi-inovasi baru.

Kegiatan bimtek ini diikuti sekitar 70 penyuluh dari BPTP NTT, penyuluh daerah baik Kabupaten Kupang maupun Kota Kupang.

Adapun tema kegiatan yakni : Bimtek peningkatan kapasitas penyuluh mendukung upsus pajale dan peningkatan komunikasi, koordinasi, dan diseminasi inovasi teknologi Badan Litbang dan Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan).

Fasilitator tunggal didatangkan dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Bogor, Ume Humaedah, SP, M.Si. Kegiatan bimtek dilakukan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab termasuk sharing pengalaman para peserta.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *