Sukseskan Pengelolaan Dana Desa, Dinas PMD NTT Gandeng Polisi dan Jaksa

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Pengelolaan dana desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kurun waktu lima tahun ini, belum bisa menjawabi harapan penurunan angka kemiskinan.

Terhadap kondisi ini maka Dinas PMD NTT menggandeng para pihak seperti Polda NTT, Kejati NTT, BPKP NTT, BPK RI Perwakilan NTT untuk sama-sama mencarikan akar persoalan. Diharapkan melalui rapat koordinasi (rakor) bersama diharapkan bisa melahirkan rekomendasi rencana tindaklanjut yang jadi pegangan kedepan.

Kepala Dinas PMD NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk menyampaikan hal ini pada Rakor bersama di Swiss Bellin Hotel Kupang, Senin (26/8/2019). Kegiatan ini dibuka Sekda NTT, Ir. Ben Polo Maing.

Sinun Petrus Manuk menjelaskan, pada rapat koordinasi (rakor) terdahulu, pihaknya tidak melibatkan pihak luar seperti Polda NTT, Kejati dan BPKP NTT, BPK RI Perwakilan NTT. Tapi pada rakor ini, instansi tersebut dilibatkan karena terkait erat dengan pengelolaan dana desa. Diharapkan daro rakor ini tidak hanya pemaparan materi tetapi akan diterbitkan rekomendasi rencana tindaklanjut yang jadi pegangan kedepan.

Dikatakannya, rekomendasi itu terkait beberapa isu soal pengelolaan dana desa. Menjadi pertanyaan kenapa dana desa begitu besar yang didahului dengan kegiatan PNPM tapi tidak berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan. Memang dana desa tidak menjadi satu variabel menurunkan angka kemiskinan tapi dana desa merupakan variabel penting.

“Kenapa sudah lima tahun dengan dana sekitar triliunan tapi belum menurunkan angka kemiskinan. Ini soal efektivitas dalam perencanaan di desa. Makanya di rakor ini diharapkan lebih pada perhatian di pengelola yang mustinya dikawal,” jelas Sinun Petrus Manuk.

Dirinya mencontohkan dalam lima tahun ini dana desa terlalu diforsir ke pembangunan infrastruktur di desa. Memang faedahnya besar tapi karena perhatian ke variabel itu sehingga melupakan lini variabel lain seperti makanan dan non makanan.

“Variabel makanan kan 78,6 persen sehingga warga harus punya duit. Makanya tahun 2020 kita turunkan variabel infrastruktur ke pemberdayaan ekonomi. Ini kembali pada ketulusan keiklasan mengelola dana desa untuk kepentingan rakyat seperti diingatkan sekda NTT. Bukan kepentingan diri,” tegasnya.

Mantan Kadis Pendidikan NTT ini mengakui terkait pengelolaan dana desa tidak bisa dipungkiri ada oknum kepala desa yang nakal. Akibatnya ada sebagian yang dipenjara, ada yang sedang dalam pulbaket, penyelidikan, penyidikan. Untuk itu di rakor ini pihaknya melibatkan kejaksaan, polisi agar peringatan dini.

“Kita juga melalui dana kementrian dalam negeri pada tahun 2020 melakukan bimtek peningkatan kapasitas aparatur desa. Tapi hal yang lebih penting dan saya sudah sampaikan ke Dirjen soal tingkat pendidikan kepala desa. Jadi pendidikan menunjukan kapasitas dalam mengelola dana desa dan mengelola program di desa,” katanya.

Menurutnya, masa jabatan kepala desa enam tahun bukan lima tahun dan boleh tiga kali dipilih kembali, diharapkan ditinjau kembali. Dirinya mengusulkan ke dirjen bahwa jika da cela revisi UU maka direvisi karena tiga periode masa jabatan kepala desa implikasinya jenuh memimpin dan rakyat juga jenuh kepada kades.

“Harapan saya pengelolaan dana desa harus melalui musyawarah desa dan dibuatkan aturan desa tentang RAPBDes dan melibatkan semua elemen. Untuk Bumdes melibatkan unsur tokoh agama. Tidak bisa kades urus sendiri,” ujar mantan Penjabat Bupati Lembata ini.

Soal pengadaan perumahan menggunakan dana desa, Sinun Petrus Manuk mengatakan, nanti dibicarakan bersama pada pleno di rakor untuk menentukan prototype rumah. Apakah diseragamkan atau bentuknya mengikuti daerah sesuai anggaran.

“Besaran dana Rp 50 juta bagi orang yang sangat tidak mampu ini beda dengan di PU yang uangnya Rp 17,5 juta. Ini pengadaan rumah dari dana desa sesuai keputusan musyawarah desa tidak pada kades. Diusulkan dari dusun sehingga tidak ada main politik. Nanti pemilik rumah juga akan terlibat kerja rumah. Sebelum dikerjakan juga ada tim yang lakukan survei soal warga yang berhak mendapatkan rumah,” tegasnya.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *