Presiden Jokowi Disambut Luar Biasa Warga Penerima Sertifikat Tanah di NTT

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Iriana Jokowi bersama rombongan disambut luar biasa  warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Jokowi ke NTT dalam rangka melakukan penyerahan sertifikat tanah bagi warga Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan Timor Tengah Selatan (TTS) sebanyak 2.706 orang. Penyerahan tahap ini untuk Kabupaten Kupang  1.714 juga kepada warga TTS dan Kota Kupang dan untuk NTT dalam tahun 2019 ditargetkan 80.000 sertifikat.

Presiden Jokowi hadir di Kabupaten Kupang tepatnya di Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, Rabu (21/8/2019) didampingi Kepala Staf Kepresiden, Moeldoko, Staf khusus Presiden, Goris Mere, Ketum DPP NasDem,  Surya Paloh, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Joni Plate, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat bersama ibu, Wagub NTT, Josef Nae Soi, juga beberapa pejabat dari provinsi maupun kabupaten/kota di NTT.

Jokowi sebelum memberikan arahannya meminta warga penerima untuk mengangkat sertifikat yang sudah diterima. Presiden memastikan kalau sertifikat yang diberikan betul-betul sudah diterima pemilik yang sah. Jokowi lalu meminta pemilik untuk memfoto copy dan menyimpan di lemari yang disiapkan.

Jokowi mengatakan, maksud memfoto copy agar apabila sertifikat asli hilang masih ada foto copynya atau sebaliknya. Selain itu sertifikat inipun harus dilapisi dengan plastik demi keamanan.

“Sertifikat tanah itu merupakan bukti sah kepemilikan. Sertifikat artinya tanda bukti hukum yang sah atas tanah yang dimiliki. Harus dilihat berapa luas tanah ada tertulis semuanya. Nama pemilik, alamat ada sehingga tidak ada lagi yang namanya sengketa,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, setiap kali berkunjung ke provinsi dan desa, dirinya menjumpai tangisan soal konflik tanah, sengketa lahan. Tetangga dengan tetangga, masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan pemerintah. Hal ini karena warga tidak memegang hak hukum yang sah atas tanah.

“Kalau sudah pegang sertifikat enak. Ada yang datang mengaku haknya tidak bisa lagi karena sudah ada sertifikat hak atas tanah. Kalau sudah pegang maka tinggal saja mau dipakai untuk apa,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, di tempat lain biasanya kalau sudah pegang sertifikat maka mau disekolahkan.
Maksudnya dipakai untuk agunan, dipakai untuk jaminan di bank.

“Yang mau agunan tidak apa-apa di bank. Yang mau simpan juga tidak apa-apa. Tapi yang agunan saya titip, mau pinjam kalkulasi dulu. Pikirkan bisa cicil tidak, kalau tidak bisa jangan pinjam di bank. Kalau sudah pinjam maka harus dipakai untuk usaha produktif,” pesan Jokowi.

Pada pembagian sertifikat tanah kepada warga  Presiden Jokowi mengundang  warga untuk naik panggung berbincang-bincang dan meminta mereka untuk melafalkan Pancasila. Presiden Jokowi mengundang tiga orang warga yakni
Meriana Mbatu dari Kabupaten Kupang,  Agustinus Bana dari Benlutu, TTS dan Otniel Nomseo dari Kabupaten Kupang. Presiden meminta mereka bertiga untuk mengucapkan teks Pancasila secara lisan. Ketiganya melafalkan sedikit terbata-bata dan paling membuat undangan tertawa ketika  Nomseo yang sudah berusia 87 tahun mengucapkan sila pertama Pancasila dengan kehutanan. Ketiganya diberikan hadiah sepeda dan foto oleh Jokowi.

Bupati Kupang,  Korinus Masneno  atas nama pemerintah dan warga Kabupaten Kupang menyampaikan terima kasih atas kepedulian Presiden Jokowi yang sudah empat kali ini ke Kabupaten Kupang.

“Kehadiran Bapak Presiden  ini sebagai bentuk kasih yang tulus kepada kami. Walaupun Kabupaten Kupang cuma sebongkah tanah kecil di tanah air Indonesia, tapi daerah inipun merupakan mutiara dari Timur yang berada paling dekat dengan Australia dan Timor Leste.

Bupati Korinus mengakui tanah di Kabupaten Kupang  tandus tapi potensinya luar biasa, dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, Perkebunan dan Pariwisata.  Pihaknya akan menerima dengan tangan terbuka jika ada investor berinvestasi  di Kabupaten  Kupang yang maju  dan mandiri suatu saat nanti.

Menteri BPN/ATR, Sofyan Jalil melaporkan bahwa total warga penerima sertifikat tanah sebanyak 2.706 warga. Total lahan yang diserahkan sertifikat tahap ini sebanyak 1.870 hektar. Dirinya  mengaku lahan di Kupang  ada potensi industri  gas yang bisa dikembangkan.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *