Komunitas WSS Kupang Berempati Terhadap Nasib para Pemulung

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Para wartawan di Kota Kupang yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Sehati dan Sesuara (WSS) Kupang, sangat berempati terhadap nasib para pemulung di Kota Kupang, Ibu kota Provinsi NTT. Wujud perhatian wartawan ini berupa kegiatan bakti sosial dalam menyambut HUT RI ke 74 tanggal 17 Agustua 2019 mendatang dengan bertemu muka dengan Komunitas Pemulung Aku Ada, di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Ketua Panitia kegiatan, Hendrik Missa dalam keterangan Pers di sela-sela kegiatan, Sabtu (10/8/2019) mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud empati wartawan kepada para pemulung. Para wartawan yang tergabung dalam WSS terpanggil untuk berbagi rasa solidaritas dan kepedulian terhadap nasib kaum terpinggirkan ini.

Komunitas WSS, jelas Misa, ingin berbagi dari kekurangan yang dimiliki tetapi bernilai positif untuk meringankan hidup para pemulung. Dan niat tulus membantu inipun mendapat respon positif dari
Bank NTT, Bank Mandiri, Save the Children dan Klinik King Care Kupang.

“Kita bakti sosial juga berbagi kegembiraan bersama para pemulung dengan beberapa kegiatan seperti game dan aneka permainan bagi anak-anak dengan kami menyediakan hadiah menarik,” tambah Misa.

Ketua Forum Peduli Masyarakat Pemulung Kota Kupang, Yulius Tenis SH, menyambut positif kepedulian Komunitas WSS yang walaupun dengan tingkat kesibukan yang tinggi, masih memikirkam nasib para pemulung.

“Kami senang sekali mendapat kunjungan persaudaraan dari wartawan. Harapan saya, kegiatan ini ijadi agenda tetap tahunan tidak hanya ke kami saja tapi juga ke lokasi komunitas pemulung lain di Kota Kupang,” harap Yulius.

Untuk diketahui, di Kota Kupang terdapat enam komunitas Pemulung yakni, Komunitas Pemulung Aku Ada, Aku Datang, Aku Mau, Aku Tenang, Aku Rindu dan Aku Pergi. Adapun tema kegiatan Komunitas WSS Kupang ini yakni, “Merajut Kasih Dalam Jalinan Humanisme Sejati”. Panitia mengadakan pula kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako dan saling bersendagurau dengan para pemulung dalam semangat persaudaraan bersama.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *