Indeks Tendensi Konsumen di NTT Triwulan II-2019 Sebesar 127,79

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Indeks tendensi konsumen( ITK) triwulan II-2019 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 127,79. Artinya kondisi ekonomi dan tingkat optimisme konsumen meningkat dibanding triwulan sebelumnya.

Kondisi ini didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga ( nilai indeks sebesar 142, 69), pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi (nilai indeks terbesar 121, 58) dan volume konsumsi (nilai indeks sebesar 100, 16).

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaelapia didampingi  Kepala perwakilan Bank Indonesia NTT I Nyoman. Ariawan Atmaja, saat Jumpa Pers di Aula BPS NTT Senin (5/8/2019).

Dijelaskan Maritje, seluruh Provinsi di Indonesia mengalami peningkatan kondisi ekonomi dan optimisme konsumen. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Kepulauan Bangka Belitung ( Nilai Indeks 133,91) sedangkan Provinsi yang memiliki nilai ITK terendah adalah Maluku ( nilai indeks 112,88).

Nilai ITK NTT pada triwulan III-2019, jelasnya, diperkirakan sebesar 104, 25. Artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan menurun. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan menurun dibandingkan triwulan II-2109 ( nilai ITK sebesar 127,79).

Menurut Maritje, ITK NTT pada triwulan II-2019 sebesar 127, 79. Artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Dibanding dengan nilai ITK nasional yang mencapai 125,68 maka nilai ITK NTT lebih tinggi 2,11 poin dan secara nasional ada diperingkat 10.

Kondisi ini didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga ( nilai indeks sebesar 142, 69), pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumen( nilai indeks sebesar 121, 58), dan volume konsumsi ( nilai indeks sebesar 100,16).

Secara nasional, jelasnya, kondisi perekonomian di seluruh wilayah Indonesia pada triwulan II-2019 mengalami peningkatan. Terdapat 15 Provinsi ( 45,45 persen) dari 33 Provinsi di seluruh Indonesia yang memiliki angka indeks diatas nasional.

Provinsi yang memiliki nilai ITK triwulan II-2019 tertinggi adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( nilai ITK sebesar 133, 91), sementara Provinsi Maluku memiliki nilai ITK triwulan II-2019 terendah yaitu sebesar 112, 88.

Dijelaskannya, pada triwulan III-2109 diperkirakan ITK NTT sebesar 104,25 dan pada tataran nasional pada urutan ke tiga dengan seluruh indeks sebesar 4, 22 poin diatas perkiraan ITK nasional. Perkiraan ITK triwulan III-2019  nasional sebesar 100, 03 dan sebanyak 15 Provinsi angka indeks dibawah angka nasional.

Menurutnya, perkiraan menurunnya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III -2019 terjadi pada seluruh Provinsi di Indonesia. Terdapat 18 Provinsi ( 54,54 persen) yang memiliki nilai indeks diatas nasional.

Tiga Provinsi dengan perkiraan nilai ITK triwulan III-2019 tertinggi adalah Provinsi Maluku ( nilai ITK sebesar 108,18), Provinsi Banten( nilai ITK sebesar 105,24), dan Provinsi NTT( nilai ITK sebesar 104, 25). Sedangkan 3 Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK triwulan III-2019 terendah adalah Provinsi Sulawesi Tengah (nilai ITK sebesar 92, 09), Provinsi Kalimantan Selatan ( nilai ITK sebesar 93, 99) dan Provinsi Kalimantan Timur ( nilai ITK sebesar 94,17).(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *