Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur NTT Triwulan II 2019 Naik 7,18 Persen

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Pertumbuhan produksi industri Manufaktur besar dan sedang (q-to-q) triwulan II tahun 2019 di NTT mengalami kenaikan sebesar 7,18 persen. Jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2019, dan pertumbuhan (y-on-y) triwulan II tahun 2019 terhadap triwulan II tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 8,48 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaelapia, saat Jumpa Pers dengan para wartawan di ruang Rapat BPS, Kamis (1/8/2019).

Menurut Maritje, pertumbuhan produksi industri Manufaktur Mikro dan kecil ( q-to-q) triwulan II tahun 2019 naik sebesar 14, 70 persen dibanding triwulan I tahun 2019, dan pertumbuhan ( y-on-y) triwulan II tahun 2019 terhadap triwulan yang sama tahun 2018 NTT naik sebesar 25, 03 persen.

Dikatakannya, pertumbuhan produksi industri Manufaktur besar dan sedang NTT triwulan II tahun 2019( q-to-q) mengalami kenaikan sebesar 7,18 persen dibanding triwulan 1 tahun 2019, sedangkan pertumbuhan (y-on-y) naik sebesar 8, 48 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2018.

Secara Nasional, kata Maritje, pertumbuhan industri Manufaktur besar dan sedang Indonesia triwulan II tahun 2019( q-to-q) mengalami penurunan sebesar -1, 91 persen dan pertumbuhan produksi (y-on-y) triwulan II tahun 2019 terhadap triwulan yang sama pada tahun 2018, mengalami kenaikan sebesar 3,62 persen.

Sedangkan untuk Industi Mikro dan Kecil ( IMK) (q-to-q) pada triwulan II tahun 2019 tumbuh sebesar 14, 70 persen dibanding triwulan I tahun 2019.

Kontribusi pertumbuhan positif produksi industri Manufaktur Mikro dan Kecil triwulan II tahun 2019 (q-to-q) berasal dari kenaikan sebagian besar jenis IMK yang ada di NTT, seperti: industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya ( 32, 04 persen); industri makan (28,28 persen); industri pakaian jadi (22,44 persen) dan industri minuman (20, 36 persen).(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *