Petani KT Nekto Noapala, TTU Budidaya Lamtoro Taramba

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Petani yang tergabung dalam KT Nekto Noapala Kelurahan Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, sangat antusias membudidaya Lamtoro Taramba.

KT Nekto Noapala merupakan KT binaan BPTP NTT beranggotakan 20 orang petani. BPTP NTT mulai melaksanakan kegiatan pendampingan di KT Nekto Noapala sejak 2016 berupa pelatihan tentang budidaya tanaman Lamtoro Taramba dan penanaman kebun contoh seluas 5 are.

Peneliti BPTP NTT, Dr. Ir. Sophia Ratnawaty, M.Si, dalam keterangannya, Jumat (26/7/2019) menyebutkan, pihaknya pada 25 Juli turun melakukan pendampingan Kawasan Peternakan di KT Nekto Noapala. Tim turun ke wilayah ini karena
pada 2017 KT Nekto Noapala menunjukkan ketertarikan mengembangkan tanaman Lamtoro Taramba lebih luas lagi.

Ketertarikan ini ditunjukkan dengan persiapan lahan untuk kebun HMT seluas 2 Ha oleh anggota KT Nekto Napala secara swadaya. Melihat minat petani ini, selanjutnya BPTP NTT memberikan bantuan berupa benih Lamtoro Taramba untuk ditanam di kebun HMT tersebut dengan jarak tanam 1 m x 2 m.
Karena minat petani yang kuat dan ketersediaan kebun HMT, akhirnya KT Nekto Noapala mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah TTU.

Pada 2018, Dinas Peternakan Kabupaten TTU memberi bantuan berupa pompa air, bak penampungan, dan rumah pompa. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pengembangan tanaman Lamtoro Taramba milik KT Nekto Noapala.
Selanjutnya pada 2019 melihat potensi kebun HMT KT Nekto Noapala, Dinas Peternakan TTU memberi bantuan lagi berupa 12 ekor sapi betina umur satu adik (siap reproduksi) bagi KT Nekto Noapala pada Juli 2019. Satu ekor sapi dimiliki dan dirawat oleh dua orang petani dan terdapat dua ekor sapi yang menjadi milik kelompok.

Kedepannya KT Nekto Noapala diharapkan dapat mengembangkan sapi-sapi ini menjadi lebih banyak lagi sehingga setiap petani dapat memiliki sapi sendiri untuk kesejahteraan anggota kelompok di masa mendapatang.

Untuk pengembangan kedepannya, sapi-sapi betina ini dipersiapkan untuk kawin suntik (IB). Sebagai bentuk dukungan BPTP NTT terhadap KT binaannya pada 25 Juli 2019 melaksanakan perawatan kesehatan bagi sapi-sapi betina milik KT Nekto Noapala.

Perawatan kesehatan dilakukan terhadap 12 ekor sapi milik KT Nekto Noapala. Perawatan kesehatan yang dilaksanakan berupa pemberian obat cacing Ivomex (obat anti ektoparasit dan endoparasit), Vitamin B Kompleks, Vet Oxy (Antibiotik anti infeksi bakteri), dan perawatan luka pada sapi dengan pemberian Gusanex (obat semprot pada luka anti lalat).

Peneliti BPTP NTT, Dr. Ir. Sophia Ratnawaty, M.Si pada kesempatan ini juga memberikan arahan tentang teknis budidaya sapi indukan bagi anggota KT Nekto Noapala sehingga nantinya sapi-sapi ini siap untuk kawin suntik (IB).

Pada kesempatan yang sama BPTP NTT juga melakukan monitoring kebun milik KT Nekto Noapala dan melakukan penyerahan benih Lamtoro Taramba sebanyak 1 kilogram. Benih Lamtoro Taramba tambahan ini dapat digunakan pengembangan kebun HMT milik KT Nekto Noapala.

Menurut Sophia, anggota KT Nekto Noapala akan menyemaikan benih secara swadaya dalam polybag untuk digunakan sebagai anakan pada perluasan kebun HMT.
Dengan ketersediaan suplai pakan dari kebun HMT diharapkan dapat mendukung pengembangan sapi milik kelompok.(*/ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *