BPS NTT Bentangkan Data Persoalan Kemiskinan di NTT

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) membentangkan data persoalan kemiskinan di NTT. Data yang tersajikan merupakan hasil analisa BPS dalam bentuk prosentase dalam kurun waktu September 2018 hingga Maret 2019.

Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaelapia, dalam jumpa Pers dengan wartawan di Kupang, Senin (15/7/2019) membentangkan data Persentase penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 21,09 persen meningkat 0,06 persen poin terhadap September 2018 dan menurun 0,26 persen poin terhadap Maret 2018.

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 1.146,32 ribu orang meningkat 12,21 ribu orang terhadap September 2018 dan meningkat 4,15 ribu orang terhadap Maret 2018.

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2018 sebesar 9,09 persen, turun menjadi 8,84 persen pada Maret 2019.

Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2018 sebesar 24,65 persen, naik menjadi 24,91 persen pada Maret 2019.

Dibanding September 2018 jumlah penduduk miskin Maret 2019 di daerah perkotaan naik sebanyak 60 orang (dari 114,06 ribu orang pada September 2018 menjadi 114,12 ribu orang pada Maret 2019). Sementara itu daerah perdesaan naik sebanyak 12,15 ribu orang (dari 1.020,05 ribu orang pada September 2018 menjadi 1.032,20 ribu orang pada Maret 2019).

Dikatakannya, garis kemiskinan pada Maret 2019 tercatat sebesar Rp 373.922,-/kapita/bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp 292.305,-/kapita/bulan (78,17 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp81.617,-/kapita/bulan (21,83 persen).

Secara rata-rata, rumah tangga miskin di Provinsi NTT pada Maret 2019 memiliki 5,84 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.183.704,-/rumah tangga miskin/bulan.(*/ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *