Gubernur NTT Ajak KKSS Saling Berkolaborasi Majukan NTT

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengajak Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk saling berkolaborasi dalam memajukan NTT. Selama ini predikat yang disematkan bahwa NTT sebagai provinsi termiskin ketiga di Indonesia, perlahan harus segera dihilangkan. Untuk itu selama memimpin daerah ini, tugasnya sebagai gubernur mengerahkan semua kekuatan  tanpa melihat latar belakang suku, ras dan agama, untuk membangun NTT yang lebih maju.

Gubernur Viktor menyampaikan hal ini ketika membuka kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi NTT masa bakti 2019-2024 di Cafe Selebes-Kota Kupang, Minggu (14/7/2019). Turut hadir, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Kajati NTT, Ketua Umum KKSS Pusat, Haji Satar Taba, Ketua KKSS NTT, Haji Muhammad Darwis, Ketua panitia Muswil, Haji Anwar Thalib, Ketua DPRD NTT, Haji Anwar Pua Geno, anggota Dewan, Muhamad Anshor, serta undangan lainnya.

Gubernur Viktor mengapresiasi terhadap KKSS NTT yang selama ini sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan di NTT. Kemajuan suatu daerah tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan sendiri dan eksklusif, tetapi harus menggandeng semua pihak termasuk KKSS NTT. Selama ini, kata Gubernur Viktor, NTT selalu dilabelkan sebagai provinsi miskin ketiga di Indonesia. Hal ini dinilainya bukan karena NTT tidak memiliki sumber daya yang kurang, tapi budaya malas dan tidak mau kerja keras yang menghambat.

Untuk itu, lanjut Viktor, dibawa kepemimpinannya, dirinya akan terus mendorong semangat kerja keras untuk menghilangkan kemiskinan itu. Dan untuk mencapai harapan ini tentu semua pihak harus saling gotong royong.

“Saya ajak mari kita saling kolaborasi untuk dukung program terutama mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Bayangkan orang NTT khususnya Kabupaten Kupang dan TTS, warganya konsumsi pinang bisa mencapai Rp 1 miliar. Tapi yang memprihatinkan pinang didatangkan dari Sumatera Barat. Ada tiga daerah tujuan penjualan pinang yakni Papua, NTT dan India. Selain itu ayam. Orang di Timor Leste impor ayam dari Brasil, kenapa kita tidak manfaatkan peluang ini,” kata Viktor.

Mantan Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini mengajak KKSS NTT untuk sama-sama membangun NTT. Banyak potensi yang belum digarap dan dirinya akan sangat bersyukur manakala KKSS membagi ilmu manajemen dalam mengelola ekonomi agar bisa membantu warga di NTT.

Ketua panitia, Haji Anwar Thalib mengatakan, kegiatan Muswil mengambil Tema : “Kebersamaan dan Keberagaman”. Dijelaskannya bahwa dalam organisasi KKSS, Muswil merupakan hal penting yang harus dilakukan setelah pengurus lima tahun melaksanakan tugasnya.

Organisasi ini, kata Anwar, terstruktur dari pusat hingga daerah dan tujuannya  agar warga KKSS di NTT saling melindungi dan saling membantu. Dirinya mengibaratkan “Berat sama dipikul ringan sama dijinjing”  ketika sudah merantau di NTT.

Ketua Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) NTT,  Haji Muhammad Darwis meminta warga KKKS di NTT untuk berkontribusi dan bermanfaat bagi orang di sekeliling.
Selama ini warga yang tergabung dalam KKSS sudah menunjukan kiprah di NTT. Keberadaan warga Sulawesi Selatan di NTT senantiasa mensukseskan program pemerintah dalam bingkai  kekeluargaan, kebersamaan dengan selalu bekerjasama dengan warga NTT.

Dia mengatakan, Muswil merupakan forum tertinggi dalam organisasi dimana selama lima tahun organisasi ini dibawa kepemimpinannya. Untuk itu anggota perlu mengevaluasi dan merumuskan program lima tahun untuk pengurus yang baru nanti.

“Selama ini KKSS sudah menunjukan kiprah di NTT. Kita secara bersama ikut mensukseskan program pemerintah dalam semangat kekeluargaan, kebersamaan dan  kerjasama dengan warga NTT. Harapan saya, di Muswil ini kita mencari pemimpin yang punya semangat soliditas yang tinggi. Ini  Organisasi sosial yang bersifat kekeluargaan sehingga dibutuhkan pemimpin yang berjiwa sosial tinggi,” kata Haji Darwis yang sudah tiga periode memimpin KKSS NTT.

Menurut Haji Darwis, tantangan kedepan semakin besar. Untuk itu aemangat saling menghidupkan, saling menolong, saling menasehati, menghargai diantara anggota paguyuban perlu ditingkatkan. Kerjasama yang harmonis dan saling mendukung harus ditingkatkan baik antar KKSS sendiri, maupun dengan warga NTT dan pemerintah daerah.

“Mari kita gelorakan semangat yang sudah diwariskan leluhur kita, ketika berada di tanah rantau. Mari kita bergandengan tangan membangun NTT yang lebih maju,” pinta Haji Darwis.(ER)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *