Kecamatan Raihat Terapkan Program Bursa Pertukaran Inovasi Desa

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, menerapkan program Bursa Pertukaran Inovasi Desa (BPID). Tujuan dasar pelaksanaan BPID ini yakni mendesiminasikan informasi pokok terkait program inovasi desa dan hibah dana desa dengan sasaran program prioritas berupa pendidikan, kesehatan, perekonomian.

Camat Raihat, Raimundus Belebau, S.IP, menyampaikan hal ini saat membuka kegiatan Bursa Pertukaran Inovasi Desa yang berlangsung di Aula Kantor Camat Raihat, Jumat (28/6/2019). Kegiatan ini dihadiri seluruh Kepala Desa dan BPD serta tokoh masyarakat dari 6 desa di kecamatan itu.

Turut hadir Lembaga Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) seperti PPSE Keuskupan Atambua, PPL Pertanian, Poskeswan dan Dinas Kesehatan serta Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Belu.

Camat Raihat, Raimundus dalam sambutanya mengatakan bahwa Bursa Inovasi Desa bermaksud menjembatani kebutuhan desa akan solusi bagi penyelesaian masalah serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

Tujuan dasar pelaksanaan BPID, kata Raimundus, yakni mendiseminasikan informasi pokok terkait program inovasi desa dan hibah dana desa dengan sasaran program prioritas berupa pendidikan, kesehatan, perekonomian.
Pelaksanaan BPID juga bisa membuat penyelenggaraan pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa kepada pemangku kepentingan serta adanya pelaku yang terlibat dalam pengelolaan dan pengetahuan inovasi desa.

Dikatakannya, selain itu dengan adanya BPID yang dilaksanakan bisa memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang, guna menjaring komitmen pemerintah desa untuk mengadopsi inovasi yang diperoleh dalam BPID.

“Saya berharap kegiatan ini bisa membantu aparat desa menciptakan inovasi bagi desa. Apalagi saat ini desa menjadi pusat perhatian pemerintah dalam percepatan pembangunan. Kenapa perlu inovasi di desa karena dengan adanya inovasi maka akan mempercepat pembangunan di desa, “ katanya.

Pada kesempatan itu Camat Raihat menyerahkan secara simbolis kartu Komitmen kepada salah satu perwakilan desa untuk diisi dengan komitmen desa dalam mengalokasikan anggaran pada APBDes tahun 2019.

Sebelumnya Ketua TPID dalam Laporanya menyebutkan kegiatan Bursa Inovasi Desa ini bertujuan untuk pembentukan masyarakat desa yang berinovasi dalam program pemberdayaan masyarakat, perekonomian, pendidikan dan kesehatan.

Koordinator Tenaga Ahli Kabupaten Belu, Kanisius Aji Manek dalam kesempatan itu menjelaskan tentang alur pelaksanaan Bursa Pertukaran Inovasi Desa. Kanis menyatakan bahwa desa – desa yang hadir pada kesempatan ini harus mengisi kartu komitmen yang dibagikan dan menulis inovasi – inovasi yang sesuai dengan potensi desanya masing – masing dalam kartu komitmen dan akan di kawal oleh Pendamping Desa agar masuk dalam RKPDes tahun 2020 yang perencanaan dimulai bulan Juli.

Lebih lanjut Kanis menjelaskan bahwa ada 3 jendela Bursa yakni jendela Kewirausahaan, Jendela SDM dan jendela Infrastruktur pada setiap jendela telah disiapkan menu – menu kegiatan inovasi, sehingga pada saat mengunjungi jendela, kepala desa bersama BPD melihat inovasi yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desanya untuk di tulis dalam kartu komitmen.

Kepala Desa Aitoun, Marianus Luan Berek saat di konfirmasi terkait pelaksanaan Bursa, ia mengatakan sangat senang dengan kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan dampak yang luar biasa dimana sebagai kepala desa ada hal baru yang bisa dilaksanakan di desa.

“Saya mengambil komitmen Pengolahan Pakan Ternak. Saya berharap inovasi yang di Replikasi nanti ada pendampingan dari lembaga – lembaga P2KTD agar kami dapat meyakinkan masyarakat bahwa kegiatan ini bisa dilaksanakan,” katanya.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *