Dosen dan Mahasiswa Hukum Undana Galakan Program Cinta Lingkungan Pantai

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Para Dosen dan mahasiswa dari Fakultas Hukum, Universitas Nusa Cendana Kupang, khusus Bidang Hukum Administrasi Negara, menggalakan program cinta lingkungan pantai. Lokasi yang menjadi obyek perhatian yakni kawasan ekowisata mangrove di RT 34/RW 11, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. Kegiatan inipun menindaklanjuti aksi nyata para mahasiswa yang tengah melakukan kegiatan Praktek Pngalaman Lapangan (PPL) yang Bertemakan “identifikasi permasalahan sampah kawasan ekowisata mangrove”.

Beberapa Dosen pendamping mahasiswa Fakultas Hukum Undana seperti, Nuraini Asnawi.SH.MH, Hironimus Buyanaya.SH.MH dan Dr. Johanis Tubahelan, SH., MH, di sela-sela kegiatan di Pantai Oesapa, Jumat (24/5/2019) mengapresiasi positif terhadap gerakan cinta lingkungan pantai ini.

Nuraini Asnawi selaku Dosen pendamping serta Ketua Pelaksana kegiatan menegaskan, apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi soal pengabdian pada masyarakat. Perguruan Tinggi tidak hanya semata-mata memberikan pendidikan secara teoritis saja di kampus, tapi perlu aplikasi di tengah masyarakat. Wujudnya, kata Nuraini, salah satunya yang dilakukan para dosen dan mahasiswa ini.

“Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan saja di bangku kuliah tapi ada ilmu praktis lapangan. Jadi mahasiswa pada saat mereka turun ke masyarakat bisa melihat langsung persoalan dan dapat memberikan solusinya,” kata Nuraini.

Alasan pemilihan lokasi di Oesapa, Nuraini mengatakan, agar mahasiswa dapat melihat sendiri dan terbangun kesadaran untuk menjaga ekosistem laut termasuk ekosistem mangrove. Selama ini banyak ditemukan permasalahan dalam hal pengelolaan mangrove. Masalah yang paling urgen yakni sampah yang dibuang ke laut oleh oknum warga yang dampaknya bisa merusak ekowisata mangrove.

Hironimus Buyanaya juga sependapat mengenai permasalahan utama soal sampah. Masalah sampah dan perlindungan serta pengelolaan mangrove perlu adanya perhatian yang baik dari seluruh komponen masyarakat. Keberadaan mangrove di pantai sesungguhnya sangat diperlukan bagi kehidupan biota laut.

“Pantai memberikan kehidupan bagi masyarakat. Kita tahu bahwa di sekitar lingkungan pantai banyak pohon mangrove yang dapat membantu biota laut seperti ikan untuk berkembangbiak. Selain itu secara tidak langsung membantu warga dalam meningkatkan ekonomi. Oleh karena itu, saya ajak kita semua perlu memberikan perhatian atas keberlanjutan ekosistem ekowisata mangrove. Mari kita jaga kebersihan lingkungan pantai. Kita lestarikan lingkungan sekitar ekosistem mangrove untuk anak cucu kita kelak,” pinta Hironimus.

Jhon Tuba Helan mengatakan, masalah lingkungan menjadi perhatian bersama bukan saja di Kupang tetapi masyarakat dunia. Kondisi lingkungan sekarang ini, yang sudah ada malah dirusakan. Untuk itu perlu ada kebijakan lokal untuk mengatasi masalah sampah dan pelestarian lingkungan.

“Saya kira program pak gubernur NTT sekarang ini bagus dalam hal mengatasi sampah dan lestarikan lingkungan. Tapi secara struktur sampai ke tingkat bawa belum maksimal menangkap apa yang diserukan gubernur. Gerakan Jumat Bersih yang pernah ada diharapkan terus dihidupkan,” pintanya.

Ketua RT 34/RW 11 Kelurahan Oesapa Jonathan Kase menyampaikan terima kasih pada Fakultas Hukum Undana yang punya kepedulian pada lingkungan pantai. Dikatakan, selama ini kegiatan pembersihan kawasan pantai terus dilakukan namun permasalahan sampah yang kerapkali terjadi banyak sampah merupakan bawaan dari arus laut.(Amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *