Wow, Lima Ekor Sapi Unggul Hasil IB  di Kandang BPTP NTT Siap Lahir

NAIBONAT-NUSA FLOBAMORA–Sebanyak lima ekor sapi betina yang selama ini dipelihara di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Timur, siap lahir. Lima ekor sapi betina ini merupakan hasil perkawinan dengan teknik Inseminasi Buatan (IB).

Hal ini disampaikan Teknisi Litkayasa BPTP NTT, Jovid Daud Mandala dan Muhamad Rumbory didampingi juga Inseminator Jafar Djampi di Kandang Ternak BPTP NTT, Selasa (14/5/2019). Disebutkan, direncanakan kelima sapi induk ini lahir, pada bulan Mei 2019 ini, yaitu dua ekor pada tanggal 20 Mei, satu ekor masing-masing tanggal 21 Mei dan 31 Mei, dan sisanya  pertengahan Juni.

Dijelaskan Mandala bahwa, jika berjalan lancar maka dalam waktu dekat BPTP NTT sudah memiliki sapi unggul hasil persilangan sapi Bali induk dengan sapi unggul introduksi. Lima ekor ini hasil lahir akan menghasilkan jenis Simental dua ekor, Limosin, dua ekor dan Angus, satu Ekor.

Pengalaman teman-teman teknisi bahwa untuk menjaga keberhasilan hasil perkawinan silang ini, selama sembilan bulan sejak IB, pihaknya harus patuh atas perintah teknis yang harus dijalankan, agar ternak yang di-IB ini tetap sehat dan bugar.

” Kesehatan hewan yang tetap dijaga ini diantaranya adalah pemberian vitamin, pemberian pakan dan air minum serta pantauan gejala penyakit patogen,” katanya.

Pengalaman teknis yang sedang berjalan ini, kata Rumbory, akan menjadi pelajaran berharga bagi pihaknya. Dengan begitu suatu waktu BPTP NTT sudah memiliki banyak sapi-sapi unggul yang tersedia di lingkungan BPTP NTT.

“Saat ini kami punya 35 ekor sapi Bali yang dipelihara untuk menunjang kegiatan penelitian di bidang peternakan, oleh para Peneliti Peternakan di balai ini. Dengan pengalaman ini juga, menunjukkan bahwa pengembangan peternakan berbasis IB sebetulnya tidak sulit diwujudkan, seperti halnya banyak pendapat yang miring dan pesimis dari pihak tertentu yang menyatakan teknik IB ini sulit dikembangkan di NTT. Pendapat ini mungkin wajar saja, karena banyak orang yang sering berteori tapi minim praktek”, kata Mandala.

Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Djampi yang merupakan salah satu insemintor andalan Dinas Peternakan Kabupaten Kupang. Buktinya sejak ditugaskan sebagai inseminator sejak 2012, telah berhasil melahirkan 20 ribuan ekor, dan ini banyak orang yang tidak mengetahui tentang hal ini.

Dirinya berharap semoga pengalaman di BPTP NTT ini akan menjadi berita gembira bagi para stakeholder sehingga tidak ragu-ragu dalam upaya pengembangan ternak sapi di NTT, seperti halnya sedang digaungkan oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dimana IB akan menjadi salah satu kegiatan dalam program pengembangan sapi di NTT.(*/ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *