Petani Alas Selatan Diberikan Penguatan Kapasitas Tim BPTP NTT

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT terus menciptakan terobosan di wilayah perbatasan RI-RDTL. Saat ini BPTP memberikan penguatan kapasitas petani di Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka. Pendampingan ini dalam usaha budidaya jagung.

Dalam rilis BPTP Balitbangtan NTT yang diterima Nusa Flobamora, Kamis (9/5/2019) disebutkan, melalui Permentan nomor : 478 tahun 2018 tentang pengembangan kawasan pertanian berbasis koorporasi, Kementrian Pertanian melalui BPTP NTT mengambil peran dengan mengirim tim peneliti khusus ke Desa Alas Selatan.

Pengiriman tim ke Alas Selatan sebagai upaya untuk mendorong pengembangan ekonomi berbasis pertanian di daerah yang berbatasan langsung dengan Distrik Kovalima, Wilayah Timor Leste.

Kegiatan yang dilaksanakan adalah melatih petani setempat dalam usaha budidaya jagung. Pelatihan Rabu (8/5/2019) diikuti petani juga petugas pertanian dan unsur aparat desa yang berjumlah 50 orang.

Dari pelaksanaan kegiatan untuk peningkatan produktivitas tersebut, diharapkan masyarakat dapat menguasai teknis budidaya yang diarahkan oleh Peneliti BPTP NTT, Dr. Ben de Rosari, Dr. Tony Basuki dan Dr. Evert Hosang. Dengan begitu dapat meningkatkan produktivitas dan produksi yang biasanya petani hanya mendapatkan kurang dari 2 ton per hektar menjadi 6 – 7 ton per hektar.

Untuk  diketahui, salah satu kekuatan peningkatan produktivitas ini adalah melalui komitmen dan pendampingan ketat dari petugas bersama petani dalam menerapkan penggunaan VUB Hibrida NASA 29, Pengendalian gulma dan Tata-tanam Rel Ganda (Double track).

Kegiatan peningkatan produktivitas yang dilakukan merupakan pintu masuk bagi upaya pembentukan Kawasan Pertanian Korporasi komoditas bawang merah, dan juga melalui Kegiatan Dukungan Inovasi Pertanian Wilayah Perbatasan (DIP-WP), yang rencananya akan segera ditindaklanjuti bukan hanya di wilayah Malaka saja tetapi juga di Kabupaten Belu dimana kedua sebagai wilayah perbatasan prioritas tinggi.

Harapannya, dengan terus dilakukan pendampingan maka  sangat mendukung program unggulan pemerintah Kabupaten Malaka, yaitu Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang sedang digalakan selama tiga tahun terakhir oleh Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH. Inipun merupakan dua komoditas  unggulan dalam program RPM.(*/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *