Tiga Kabupaten di NTT Status Pembangunan Manusia masih Rendah

KUPANG.NUSA FLOBAMORA--Badan Pusat Statistik (BPS) NTT merilis soal indeks pembangunan manusia (IPM) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Jika IPM NTT tahun 2018 mencapai 64,39 maka untuk tingkat kabupaten/kota masih ada tiga kabupaten yang IPM rendah yakni Kabupaten Sabu Raijua, Manggarai Timur dan Malaka. Sebelumnya pada tahun 2017 ada lima kabupaten termasuk Alor dan Sumba Tengah namun pada tahun 2018 berubah status sedang, sementara status tinggi hanya Kota Kupang.
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaelapia menyampaikan hal ini pada jumpa pers di Aula BPS NTT, Senin (6/5/2019).
Maritje menjelaskan, pada tahun 2018, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota cukup bervariasi. IPM pada level kabupaten/kota berkisar antara 55,79 (Kabupaten Sabu Raijua), hingga 78,84 (Kota Kupang). Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, umur harapan hidup saat lahir berkisar antara 59,53 tahun (Kabupaten Sabu Raijua) hingga 68,90 tahun (Kota Kupang).
Sementara pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah berkisar antara 11,34 tahun (Kabupaten Manggarai Timur) hingga 16,08 tahun (Kota Kupang) serta rata-rata lama sekolah berkisar antara 5,76 tahun (Kabupaten Sumba Tengah) hingga 11,46 tahun (Kota Kupang). Pengeluaran per kapita di tingkat kabupaten/kota berkisar antara 5,245 juta rupiah per tahun (Kabupaten Sabu Raijua) hingga 13,199 juta rupiah (Kota Kupang).
Kemajuan pembangunan manusia, kata Maritje, pada tahun 2018 juga terlihat dari perubahan status pembangunan manusia tingkat kabupaten/kota. Jumlah kabupaten/kota yang berstatus rendah berkurang dari 5 kabupaten/kota pada tahun 2017 menjadi tiga kabupaten/kota pada tahun 2018. Dua kabupaten yang berstatus rendah pada tahun 2017 berubah status menjadi sedang pada tahun 2018 yakni Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Alor.
Hingga saat ini hanya Kota Kupang yang berstatus pembangunan manusia tinggi.
Sementara itu hingga tahun 2018 masih terdapat tiga kabupaten/kota yang berstatus pembangunan manusia rendah yaitu Kabupaten Sabu Raijua, Manggarai Timur dan Malaka.
Peningkatan IPM di tingkat provinsi juga, jelas Maritje, tercermin pada level kabupaten/kota. Selama periode 2017-2018 seluruh kabupaten/kota mengalami peningkatan IPM. Pada periode ini tercatat tiga kabupaten/kota dengan kemajuan pembangunan manusia paling cepat yaitu Kabupaten Manggarai (1,74 persen), Manggarai Timur (1,67 persen) dan Rote Ndao (1,65 persen). Hal ini dipengaruhi oleh dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan serta dimensi standar hidup layak.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *