Nilai Tukar Petani di NTT di  April 2019 Turun 0,52 Persen dari Maret 2019

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Nilai tukar petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan April 2019,  sebesar 105,08 dengan NTP masing-masing sub sektor tercatat sebesar 107, 64 untuk subsektor tanaman padi- palawija ( NTP-P); 103,00 untuk subsektor holtikultura ( NTP-H); 101,9 untuk sub sektor tanaman perkebunan rakyat ( NTP- TPR); 107, 36 untuk sub sektor peternakan ( NTP- Pt) dan 107, 35 untuk sub sektor perikanan ( NTP-Pi). Jika diakumulasi maka terjadi penurunan sebesar 0, 52 persen pada NTP April 2019 jika dibandingkan dengan NTP Maret 2019.
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaelapia pada  jumpa
Pers di Aula BPS NTT,  Kamis (2/5/2019) menegaskan, kesimpulan yang diambil dari rekapan data yang ada menunjukan  bahwa tingkat kemampuan/daya beli dan daya tukar ( term of trade) petani di pedesaan menurun dibanding bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh penurunan harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani sedangkan harga komoditas barang konsumsi dan  penambahan barang modal meningkat.
Di daerah pedesaan, kata Maritje, terjadi inflasi pada bulan April 2019 sebesar 0, 26 persen. Faktor pemicunya adalah adanya peningkatan harga pada komoditas bahan makanan dan makanan jadi.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaa di 115 kecamatan di NTT pada April 2019, NTP di Nusa Tenggara Timur mengalami penurunan dibandingkan Maret 2019 yaitu sebesar 0, 52 persen. Penurunan ini disebabkan oleh harga hasil produksi pertanian menurun namun harga konsumsi petani meningkat. Ditinjau per subsektor dengan membandingkan NTP April dengan NTP Maret maka seluruh subsektor mengalami penurunan.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *