Dukung Peningkatan IP di Mabar, BPTP NTT  Dampingi Dengan Teknologi Inovatif

MANGGARAI BARAT-NUSA FLOBAMORA— Dalam mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP) lahan sawah di Manggarai Barat, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mendorong penerapan teknologi inovatif.

Upaya ini antara lain,  melalui perakitan  alat mesin pertanian, khususnya memanfaatkan mesin hand traktor sebagai pengganti mesin pompa air. Penerapan teknologi inovatif ini dilaksanakan di Desa Golo Bilas.

Demikian Rilis BPTP Balitbangtan NTT yang diterima Sabtu (4/5/2019).

Disebutkan bahwa di desa ini memiliki potensi air yang berasal dari sungai-sungai sekitarnya seperti sungai  Waemesee, Wae Nggorang,Wae Moto dan Wae Rae. Selama ini  sumber air dari sungai tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat terutama untuk meningkatkan IP.

Karena terbatasnya infrastruktur dan belum ada sentuhan teknologi inovatif untuk menaikkan air ke lahan petani maka BPTP NTT mendukung dengan teknologi inovatif yang dimaksud.

Tim Peneliti BPTP NTT yang dipimpin  Ir.Charles Y Bora, M.Si bersama kelompok tani dan penyuluh setempat melakukan perakitan teknologi inovatif ini. Rakitan teknologi inovatif ini yaitu, dengan mengoptimalkan fungsi hand traktor tidak saja sebagai alat olah tanah,  hand traktor tetapi juga telah  difungsikan juga sebagai penggerak untuk penyedot air. Alat ini telah  dikombinasikan dengan Watterpump kapasitas 4 DIM.

Adapun prinsip kerja alat ini adalah merekayasa hand traktor dengan watterpump yang dihubungkan dengan rangkaian  plat besi yang berfungsi sebagai dudukan dan penahan antara mesin traktor dengan watterpump.

Selanjutnya kedua alat tersebut di hubungkan dengan V-belt ukuran 58 – 61 dan flexibel dalam arti  dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Setelah itu, peralatan tersebut dirangkaikan dengan  selang spiral berukuran 4 DIM dan disambungkan dengan waterpump pada saluran penghisap.

Untuk diketahui, rakitan alat ini sudah  dilakukan uji coba di Kelompok Tani “Sadar Bangun” di Kabupaten Kupang.

Hasil uji coba dan perakitan alat di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat mendapatkan respon positif dari anggota kelompok.  Mereka sangat senang karena dengan adanya  teknologi inovatif  tersebut jaminan supply air di MT II dan MT III ini dapat terpenuhi.


Melalui kegiatan dukungan teknologi inovatif ini  peningkatan indeks pertanaman diharapkan terjadi peningkatan intensitas pertanaman dan peningkatan produktivitas lahan persatuan luas untuk MT II dan MT III 2019.(*/Amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *