Puncak Hardiknas di LPMP NTT Ditandai dengan Pengenaan Pakaian Adat Nusantara

KUPANG.NUSA FLOBAMORA--Pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 tingkat Provinsi NTT dilaksanakan secara sederhana tetapi meriah. Pada puncak Hardiknas tanggal 2 Mei 2019 di halaman LPMP NTT ini, dilaksanakan upacara bendera yang peserta kebanyakan mengenakan pakaian adat Nusantara.
Pada upacara bendera ini,  Kepala LPMP NTT, Haji Muhammad Irfan yang bertindak sebagai pembina upacara dan pemimpin upacara Eddy Sulla ini, Irfan membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.
Menurut Muhadjir, seperti yang disampaikan Irfan, memberikan pesan agar di Hardiknas ini agar para pengajar mengawasi perilaku dan sikap peserta didik di tengah-tengah perkembangan teknologi yang pesat. Meski begitu, para guru juga diminta untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat ajar yang berkualitas. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat.
Muhadjir meminta semua sekolah dan tempat pendidikan dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin. Dia meminta para guru bisa menerapkan pendidikan berbasis teknologi tanpa melupakan budaya Indonesia.
Ditambahkannya bahwa aat ini peserta didik kita didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi, mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Menteri Muhadjir menambahkan, anggaran pendidikan sekitar 63 persen dikelola daerah. Oleh karena itu perlu diingatkan terus menerus agar daerah mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN baik melalui DAU maupun DAK dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan untuk program-program prioritas serta APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20 persen.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *