90 Siswa SMA-SMK di NTT Raih Nilai UNBK 100

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Kementrian Pendidikan Nasional memastikan bahwa sebanyak 90 siswa SMA-SMK peserta UNBK tahun 2018/2019 mendapatkan nilai sempurna 100 untuk beberapa mata pelajaran. Belum diketahui siswa dari sekolah mana tetapi hasil ini sedang diambil di Jakarta dan bisa diketahui pekan depan.

Kepala LPMP NTT, H. Muhammad Irfan menyampaikan hal ini usai mengikuti upacara Hardiknas tingkat Provinsi NTT di LPMP NTT, Kamis (2/5/2019).

Menurut Irfan, Hardiknas yang dilaksanakan setiap tahun merupakan momentum untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan selama setahun kemudian dilihat  hasilnya. Jika belum sesuai yang diharapkan maka akan dilakukan perbaikan. Ini mengingatkan semua pihak  untuk bekerja keras, memperbaiki apa yang belum baik, untuk ditingkatkan hasil-hasil dalam satu tahun kedepan.

Terkait dengan tema Hardiknas  “Menguatkan pendidikan,  memajukan kebudayaan” Irfan mengatakan, pihaknya akan tetap mengawal 8 standar pendidikan terutama memperbaiki standar yang lemah seperti  standar kependidikan

dan tenaga pendidik, sarana prasarana, untuk direkomendasikan ke daerah.

Irfan juga menyebut bahwa terkait dengan mutu pendidikan di NTT, dapat dilihat dari indikator keberhasilan melalui hasil  UAN. Dan sesuai berita terakhir dari Jakarta bahwa ada 90 siswa SMA dan SMK di NTT mendapat nilai tertinggi 100 untuk beberapa mata pelajaran.  Ini tentu terjadi peningkatan hasil kelulusan yang luar biasa.

“Ada 90 siswa raih hasil tertinggi dan hasilnya akan diambil pekan depan. Ini sesuatu hal yang luar biasa dan belum pernah terjadi dalam kurun waktu 5-10 tahun ini. Ini keberhasilan kita bahwa boleh terbatas sarana prasarana tapi kita tidak berhenti buat yang terbaik untuk anak didik kita di NTT,” katanya.

Soal sekolah mana para siswa ini, Irfan mengatakan nanti kita lihat karena saat ini stafnya masih di Jakarta untuk mengambil hasil kelulusan. Atas keberhasilan ini kementrian akan memberikan penghargaan atas prestasi itu.

Menyinggung soal NTT masuk Zona Merah bidang pendidikan, Irfan mengatakan, saat ini  sudah bebas dari zona merah dan masuk papan tengah. Dengan prestasi yang diraih 90 siswa ini mendongkrak NTT   minimal urutan 12-13 bukan lagi diatas 20 secara nasional. Kedepan tentu semua pihak harus kompak baik dinas pendidikan, unit pelaksana teknis harus memberikan semangat saling bergandengan tangan memajukan pendidikan di NTT.

“Kita jangan mengeluh sarana prasarana kurang dan bukan suatu hambatan dalam memajukan pendidikan. Apalagi dalam kunjungan mendiknas ke Atambua memberikan bantuan dalam mendukung UNBK  sehingga target 2020 semua SMA-SMK di NTT tidak lagi gunakan UNKP tapi UNBK. Mari kita sama-sama majukan pendidikan di NTT,” pintanya.(Amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *