Teknis Managemen DSM Para Peneliti Badan Litbang Pertanian Dimutahirkan Lagi

YOGJAKARTA.NUSA FLOBAMORA-–Teknis Managemen Digital Soil Mapping (DSM) Para Peneliti Badan Litbang Pertanian diperkuat lagi melalui International Training on Digital Soil Property Mapping and Information Delivery, di Yogyakarta, selama seminggu sejak 21-27 April 2019. Pelatihan ini diikuti 40 peserta di lingkup Badan Litbang Pertanian, diantaranya berasal dari para peneliti BPTP se-Indonesia, termasuk BPTP NTT,  Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Balai Penelitian Tanah (Balai Tanah), Balai Penelitian Klimat (Balai Klimat) Balai Penelitian Rawa (Balitra), dan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan).

Training yang dibiayai SMARTD  dan difasilitasi oleh BBSDLP ini merupakan bagian dari kerjasama antara Badan Litbang Pertanian dan FAO serta beberapa diantaranya The University of Sydney,  Aust. termasuk partnership dengan Global Soil Partnership (GSP).

Dalam sambutan Dr. Haris Syahbudin selaku Acting Director ICALRD (BBSDLP) mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian, mengatakan bahwa, tujuan dari training ini membangun kapasitas para peneliti  dalam pengelolaan DSM serta meningkatkan kualitas penyampaian informasi berhubungan dengan tanah, serta memperkuat kolaborasi dan networking berkaitan dengan DSM.

Training ini difokuskan kepada peserta agar mampu mengelolah data/informasi tanah spasial  yang bersifat descrete atau continous dalam bahasa pemprograman R serta dikelolah dalam software R-Studio dan dilink dengan GIS.

Instruktur utama dalam training ini adala, Dr. Kostiantyn dan Dr. Isabel Luoto dari FAO, Rome Italy.  Salah satu penekanannya penting adalah memahami sebuah proses analisis Random Forest (RF),  yaitu sebuah machine learning algorithms yang mengelolah data linier dan non-linier.

Sehari sebelum Training, dilakukan seminar yang berhubungan dengan topik DSM dengan beberapa nara sumber international yaitu, Prof. Dr. Dedy Nursyamsi, M.Agr (Assisten of Minister for Infrastructure, MOA), Prof. Dr. Budiman Minasny (The University of Sydney), Dr. Konstyantin Viatkin dan Dr. Isabel Luotto (FAO, Rome Italy), Dr. Harris Syahbuddin (ICALRD), Dr. Dominique Arrouays (INRA France), Dr. Pittayakon Limtong (LDD Thailand), Dr. Husnain (ISRI Indonesia), Dr. Kanika Singh (The University of Sydney, Aust), Mr. Saefoel Bachhri (ICALRD, Indonesia) dan Dr. Yiyi Sulaiman (ICALRD).

Untuk diketahui bahwa Badan Litbang Pertanian, sejak lama telah membangun soil data base yang berbasis DSM.

“Misalnya dalam periode 2013 -2019 program utama dalam Soil Data Base Revitalization in ICALRD, diantaranya adalah, Collation, digitalization and harmonization dari hasil-hasil survei tanah sebelumnya, yang dikelolah dalam bentuk peta, soil observations, soil profile description, physical, chemical and mineralogical properti of soil”, kata Syahbuddin pada sesi presentasi mengenai Indonesian Soil Information System : Current Status and Future Direction.(*/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *