44 Saksi Parpol di Raijua Dapat Bimtek

KUPANG.NUSA FLOBAMORA-–Sebanyak 44 orang saksi Partai Politik (Parpol)  yang berasal dari 2 parpol di Kecamatan Raijua yaitu 22 saksi dari Partai NasDem dan 22 orang saksi dari Partai Perindo mengikuti bimtek saksi partai politik   yang diselenggarakan Panwascam Raijua di Aula Gereja Nada Lingu Hari Ledeke, Kecamatan Raijua, Jumat (5/4/2019).

Lodiwik Lado Dju selaku Ketua Panwascam Raijua mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan bimtek ini adalah untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran pemilu yang  akan dilaksanakan 17 April 2019 nanti. Selain itu dia juga mengatakan bimtek ini memiliki manfaat agar seluruh saksi parpol memahami tugas dan tupoksi mereka ketika berada pada TPS.

“Dengan adanya bimtek ini kami berharap rekan-rekan saksi dari dua parpol ini bisa mengontrol kegiatan pemungutan suara serta mereka semakin paham akan tugas dan tupoksinya,’ kata Lodowik.

Dalam kegiatan bimtek tersebut panwascam Raijua juga menyajikan materi yang di sampaikan oleh dua orang narasumber yaitu Lodiwik Lado Dju selaku Ketua Panwas yang membawakan materi Tentang dasar hukum penyelenggara pemilu, dan Kirenius Bile, selaku anggota panwascam Raijua membawakan materi tentang Tugas dan larangan Saksi dalam penyelenggara Pemilu, dengan di pandu oleh Yulianus Baki Boni selaku bendahara sekertariat panwascam Raijua.

Lodi sapaan akrab Ketua Panwascam Raijua ,dalam pemaparan materinya mengatakan bahwa Pemilu yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 april 2019 didasarakan pada UU No 7 tahun 2017 ,tentang Pemilu, dalam UU tersebut memuat larangan , pelanggaran dan sanksi hukum bagi siapapun yang melanggar aturan. Oleh karena itu ia menyampaikan bahwa saksi harus berperan aktif untuk mengontrol dan meminimalisir terjadinya pelanggaran yang bisa saja terjadi. Apabila ada yang melanggar diharapkan untuk melaporkan kepada Panwascam dengan di sertai bukti-bukti yang bisa dipertangggungjawabkan , sehingga semua laporan panwas bisa menindaklanjutinya.

“Saya berharap kepada saksi bahwa jika menemukan pelanggaran ,siapapun yang melakukan pelanggaran harus dilaporkan tanpa pandang bulu,”  ujar Lodi.

Sedangakan Kiren ,sapaan akrab dri Kirenius Kana Bile selaku Narasumber dalam kegiatan Bimtek tersebut mengatakan para saksi secara aturan harus wajib menyaksikan seluruh proses pemungutan suara dari awal hingga akhir sehingga ia tidak boleh meninggalkan TPS selama kegiatan pemungutan suara berlangsung. Sedangkan untuk larangan para saksi tidak boleh melakukan intimidasi terhadap para pemilih yang datang ke TPS untuk memilih salah satu calon tertentu, serta mengenakan atribut partai pada saat pemungutan suara berlangsung. Apabila beberapa larangan tersebut dilanggar maka akan ada sanksi hukum yang telah diatur dalam UU pemilu .selain itu ia juga menerangkan kepada seluruh saksi tentang apa itu suara sah dan tidak sah dan bagimana suatu suara dikatakan sah dan tidak.

Secara terpisah , Bernadinus Loes Selaku Koordinator kesekretariatan Panwascam Raijua ketika diminta pendapatnya mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan para saksi semakin memahami tugas dan fungsi mereka sebgai elemen yang turut mendukung kesuksesan Pemilu tanggal 17 April 2019 nanti.

“Saya berharap agar saksi parpol yg hadir hari ini semakin memahami tugas dan tupoksinya demi menyukseskan pesta demokrasi kita 17 April 2019,” ujarnya.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *