Pengurus PPP  Tetap Rapatkan Barisan Hadapi Pilpres dan Pileg

KUPANG.NUSA FLOBOMARA-–Musibah yang dialami Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muchammad Romahurmuziy alias Rommy adalah juga musibah bagi partai berlambang Ka’abah ini. Khusus Pengurus PPP di NTT khususnya dan Wilayah Nusra umumnya diharapkan tetap menjaga soliditas dan merapatkan barisan menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu legislatif (Pileg) yang tinggal sebulan lagi.

Koordinator Wilayah (Korwil) PPP Nusra (Bali, NTB, NTT), Drs. Yahidin Umar menyampaikan ini di Kupang, Sabtu (16/3/2019).

Yahidin yang juga calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari NTT ini mengatakan, apa yang dialami Rommy ini tentu musibah buat partai. Dibalik musibah ini hendaknya mendorong pengurus di daerah untuk tetap solid dan tetap merapatkan barisan. Seluruh pengurus partai di daerah tetap kompak karena  keberlanjutan kehidupan berpartai tidak bergantung pada ketua umum.

“Mari saja ajak kita semua terutama pengurus partai di daerah untuk merapatkan barisan karena ada agenda besar didepan kita yang tinggal  sebulan yaitu Pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres). Untuk itu kita jaga soliditas agar bisa memenangkan perjuangan kita,” pesan Yahidin.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP NTT, Djainudin Lonek, S.H, MH juga menegaskan hal yang sama. Menurut Lonek, kejadian yang dialami Ketua Umum PPP ini  belum ada penjelasan resmi, walaupun sudah diberitakan di media massa. Atas kejadian  ini diharapkan pengurus dan kader PPP di NTT untuk tidak menyurutkan semangat perjuangan. Seluruh pengurus dan kader tetap bekerja melakukan konsolidasi seperti biasa.

Menurut Lonek, dirinya  menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Sebagai pimpinan wilayah tentu harapannya agar para pengurus dan  kader tidak patah semangat. Para caleg akan tetap diberikan motivasi untuk menghadapi Pemilu 17 April nanti.

” PPP ini  partai ini merupakan partai besar. Dalam pengelolaannya tidak musti bersandar pada ketua umum sebagai simbol partai. Karena selama ini pasang surut partai tergambar lewat mesin partai itu sendiri. Artinya dengan tidak hadirnya ketua umum yang mengawal kita sampai 17 April, kita tetap survive dengan pola kerja kita yang dilakukan selama ini. Artinya apapun musibahnya, apapun halangan, kita tetap bekerja untuk memenangkan pertarungan,” kata Lonek yang juga Caleg PPP   DPRD Kota Kupang ini.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *