Sat Brimobda NTT Hadirkan 4 Pasutri di Sidang BP4R

KUPANG.NUSA FLOBAMORA-–Satuan Brimobda NTT menghadirkan 4 pasangan suami istri (pasutri) dalam sidang Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk (BP4R). Sidang yang digelar di ruang rapat Sar Brimoda NTT, Senin (11/3/2019) dipimpin Dansat Brimobda NTT Kbp Deonijiu De Fatima, S.I.K.,S.H, dan didampingi oleh Pjs.Kasubagrenmin Iptu Agus Silvester, Kasi Provost Iptu Michael Seu, Danki 4 Den B Pelopor Labuan Bajo Iptu Raymundo, Perwira Den Gegana Ipda Bento, Ipda Wayan serta Ketua Bhayangkari Cabang Ny.Endang Deonijiu dan Pengurus.

Dari siaran Pers yang diterima Nusa Flobamora, Selasa (12/3/2019) disebutkan, sidang tersebut menghadirkan 4 (empat) pasutri yaitu Brigadir Randy, Briptu Wandy, Briptu Chooky dan Briptu Noldy yang didampingi oleh para orang tua dan saksi dari calon pasutri ini, serta dihadiri oleh sejumlah personil Satbrimobda NTT.

Sidang BP4R adalah sidang untuk pemberian izin nikah pada anggota yang akan melaksanakan pernikahan dan merupakan syarat yang harus dipenuhi, mengetahui serta memberikan  pengertian kpd calon Bhayangkari  agar bisa mendukung calon suami dalam tugas Polri khususnya di Brimob yang berintensitas tinggi.

Setelah dinyatakan oleh Provost bahwa anggota yang mengajukan nikah tersebut bersih dan tidak ada sangkutan hal-hal yang merugikan instansi, maka Pemimpin Sidang melanjutkan memberikan arahan serta pesan bahwa ” Dengan resminya nanti berumah tangga, maka Personil Brimob harus termotivasi lagi dlm  bertugas, lebih disiplin karena sudah ada Istri yang memenuhi dan melayani kebutuhan suami, Istri tidak banyak menuntut suami dan harus memahami kondisi gaji suami serta  komunikasi yang baik.”

Dansat Brimobda NTT Kbp Deonijiu De Fatima, S.I.K.,S.H, mengatakan,  pengecekan identitas  saksi  dan  Berkas Nikah serta  beberapa pertanyaan kepada calon pasangan  sangat penting dilakukan oleh fungsi  pengawas agar dikemudian hari tidak terdapat hal-hal yang merugikan Instansi.”

Ketua Bhayangkari Cabang Ny Endang Deonijiu,  mengatakan bahwa dengan bersuamikan anggota Polri maka secara otomatis menjadi bagian dalam organisasi Bhayangkari, maka setelah syah secara Agama dan Catatan Sipil calon Bhayangkari segera menyesuaikan, akan di sampaikan oleh Ibu-Ibu Pengurus tentang Aturan2 dalam  organisasi Bhayangkari yang  tertuang dalam Juklak No 4/ X/ 2015 tanggal 7 Oktober 2015 antara lain kelengkapan identitas Bhayangkari yaitu Kartu Petunjuk Istri (KPI) yang dibuat Dinas, Kartu Tanda Anggota yang Elektrik dan Surat Pernyataan mengikuti suami. Selanjutnya diberikan kelengkapan Pakaian Seragam beserta atributnya.

Untuk penyerahan secara simbolis dari seksi Ekonomi kepada salah satu calon Bhayangkari beberapa perlengkapan Bhayangkari yg harus dimiliki oleh calon Pasutri.

Setelah calon Bhayangkari mengucap Janji Bhayangkari, Acara ditutup dengan penandatanganan berkas Berita Acara Sidang Nikah dari calon pasutri dan orang tua masing-masing dan memberikan ucapan selamat.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *