Dinas Pariwisata NTT Dukung Festival Sarung Tenun Ikat NTT jadi Even Tahunan

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Dinas Pariwisata NTT sangat mendukung gagasan luar biasa dari Dekranasda NTT menyelenggarakan Festival Sarung Tenun Ikat NTT. Festival ini akan diagendakan menjadi even tahunan guna menarik wisatawan mancanegara dan nusantara. Untuk langkah awal ini, pelaksanaan masih di Kota Kupang dan kedepan akan diminta seluruh kabupaten/kota menggelar even yang sama pada momen car free day di daerah masing-masing.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Ir. Wayan Darmawa, ST menyampaikan hal ini di sela-sela acara festival pada momen car free day di Jalan El Tari Kupang, Sabtu (2/3/2019).

Wayan menjelaskan, momen festival yang digagas Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat ini merupakan momentum kebangkitan bagaimana menghargai karya cipta para leluhur di pelosok desa yang memiliki nilai yang tak tergantikan di era memasuki revolusi industri. Ini sebagai langkah awal seluruh elemen masyarakat memperkuat dan menggunakan seluruh karya ini dalam meneruskan nilai budaya dan memperkuat komitmen masyarakat NTT membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

Dikatakannya, dari perspektif pariwisata ini sangat luar biasa. Kedepan karena baru pertama kali saja antusias warga luar biasa dan ini didorong menjadi even tahunan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara dan nusantara.

” Ini memang baru perdana dan promosinya terbatas tetapi antusias warga di car free day yang mengenakan sarung tenun ikat menunjukan warga sangat dukung untuk even berkelanjutan,” katanya.

Ajang ini, kata Wayan, untuk melihat bagaimana respon masyarakat NTT mengenai kecintaan kain tenun ikat dan ini baru di Kota Kupang selanjutnya didorong agar kabupaten/kota pada car free day menggunakan pola yang sama. Dengan begitu akan didorong untuk promosi dan pemasaran. Tugas semua elemen untuk mendorong warga agar dikembangkan terus karena sudah ada rasa cinta dan memiliki kain adat.

Seperti dipantau Nusa Flobamora, sekitar 10.000 peserta lintas instansi maupun pelajar/mahasiswa memadati arena Car Free Day, di Jalan El Tari Kupang, NTT. Pada momen ini mengusung tema : Sarung Tenun NTT Identitas Budaya, Pemersatu Bangsa.

Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan , kegiatan ini melibatkan 10.000 peserta yang terinci, perangkat daerah lingkup Provinsi NTT sebanyak 2.000 orang,  perangkat daerah Kota Kupang 500 orang, TNI/Polri 500 orang, instansi vertikal 500 orang,  organisasi wanita 500 orang, kelompok etnis 300 orang, BUMN/BUMD 700 orang serta pelajar/mahasiswa 5.000 orang. Semua peserta diwajibkan mengenakan baju kaos putih dengan sarung tenun NTT.

Menurut Julie, beberapa kegiatan dalam acara tersebut adalah NTT menari 1.800 orang pelajar, tarian massal Flobamora seperti Gawi, Dolo-dolo, Jai dan Tebe, bazar makanan aneka kelor dari UMKN, instansi tenun, paduan suara pelajar 2.000 orang, musik tradisional dan olahraga bersarung.

“Para peserta akan dibagi dalam 4 spot yakni pertama di depan Gedung Sasando Kantor gubernur dengan peserta 4.975 orang. Spot kedua di depan Kantor Pengadilan Tinggi Kupang dengan 1.685 peserta. Spot ketiga di depan rumah jabatan gubernur dengan 2.100 peserta dan spot keempat di depan  Kejati NTT dengan 2.120 peserta,” katanya.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *