Wartawan Perlu Diberi Penguatan Kompetensi

KUPANG. NUSA FLOBAMORA-–Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Marittje Pattiwaellapia, menyatakan apresiasi terhadap keberadaan media yang turut berkontribusi dalam mendukung program kerja BPS. Melalui media, informasi kependudukan dan berbagai bidang lainnya dapat diketahui secara luas oleh masyarakat. Walau demikian, lembaga pers juga perlu memberikan penguatan kompetensi bagi wartawan dengan melaksanakan trainning agar meningkatkan profesionalisme kerjanya.

Marittje menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/2/2019). Ia dimintai tanggapannya terkait Hari Pers Nasional (HPN) 2019 mendatang.
Menurutnya, instansi yang dipimpinnya selama ini sangat bersyukur dengan kehadiran media baik cetak, elektronik maupun media online. Segala program yang dilaksanakan BPS setiap bulan terekspose kepada masyarakat pembaca. Dalam era sekarang ini, warga membutuhkan informasi ter update dari berbagai bidang dan BPS berkewajiban memberikan data kependudukan juga bidang lainnya secara rutin.
“Kita sangat berterima kasih kepada para wartawan. Bayangkan kalau tidak ada wartawan yang menyampaikan informasi, maka warga tidak akan tahu kerja-kerja BPS. Tapi memang saya harus sampaikan bahwa belum semua wartawan yang bekerja profesional. Kondisi ini menjadi tantangan buat organisasi wartawan untuk memberikan penguatan kompetensi,” katanya.
Dikatakannya, selama ini belum semua wartawan mendapat trainning khusus dalam hal penguatan kompetensi. Pihaknya pernah melaksanakan workshop buat para wartawan yang bertujuan agar wartawan bisa memiliki pengetahuan dasar dalam hal mampu membaca dan memahami angka-angka statistik. Hal ini perlu karena menampilkan angka dalam bahasa statitistik jika salah menempatkan maka akan melahirkan intepretasi bermacam-macam dari publik. Untuk itu, penguatan kompetensi menjadi hal penting yang wajib diikuti kalangan wartawan.
Soal banyak wartawan yang ditolak nara sumber ketika diwawancarai, dirinya menegaskan, hal ini menjadi tantangan dan bahan evaluasi wartawan itu sendiri. Untuk itu, penguatan kompetensi menjadi hal mendasar yang wajib diikuti wartawan agar menjadi sosok yang profesional dan dihormati nara sumber ketika hendak diwawancarai.
“Kemampuan bertanya juga harus dilatih. Wartawan perlu banyak belajar dari literatur yang ada. Perlu juga belajar dari media-media nasional seperti Kompas, dll. Ini maksudnya agar ada referensi soal teknik menulis yang baik dan memilih topik menarik pembaca,” pesan Marittje.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *