Penduduk Miskin di NTT Turun Lagi  0,33 Persen

KUPANG.NUSA FLOBAMORA-–Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mencatat posisi September 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan) di Nusa Tenggara Timur mencapai 1.134,11 ribu orang (21,03 persen) berkurang sebesar 8.060 orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yang sebesar 1.142,17 orang (21,35 persen) atau turun lagi 0,33 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) NTT, Maritje Pattiwaelapia saat Jumpa Pers dengan wartawan di ruang BPS, Jumat( 1/2/2019).

Maritje menjelaskan, prosentase untuk penduduk miskin di perkotaan  pada Maret 2018 sebesar 9, 94 persen, pada September 2018  turun menjadi 9,09 persen. Sementara prosentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada Maret 2018 sebesar 24, 74 persen,  turun menjadi 24,65 persen pada September 2018.

Selama periode Bulan Maret 2018 sampai dengan September 2018, jumlah penduduk miskin daerah perkotaan turun sebanyak 7.890 orang (dari 121, 95 ribu orang pada Maret 2018 menjadi 114, 06 ribu orang pada September 2018). Sementara di daerah pedesaan turun sebanyak 160 orang(dari 1.020, 21 ribu orang ) pada Maret 2018, sedangkan pada September 2018 menjadi 1.020, 05 ribu orang.

Dikatakan Maritje, peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan). Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2018 tercatat sebesar 78, 06 persen.

Dijelaskannya bahwa, pada September 2018, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan pada umumnya sama, seperti beras, rokok kretek filter, dan gula pasir. Sedangkan komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan besar adalah, perumahan,  pendidikan, kayu bakar, perlengkapan mandi, bensin, listrik, dan angkutan. Komoditi beras memberikan kontribusi terbesar diperkotaan maupun pedesaan dan disusul rokok kretek filter yang memiliki kontribusi terbesar kedua. (ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *