Kota Kupang Predikat Kota Paling Kotor, Wakil Walikota Ambil Sikap

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—-Kota Kupang, Ibu kota Provinsi NTT merupakan salah satu kota di Indonesia mendapat predikat kota paling kotor oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  RI.

Atas predikat ini Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man mengambil sikap cepat dengan mengundang semua unsur pemerintah ditingkat bawah seperti camat, lurah, dan dari dinas Kebersihan Kota untuk mempresentasikan sistem penanganan sampah dan menjaga kota ini tetap bersih kedepan.

Wakil Walikota Kupang,  dr.Herman Man  kepada wartawan,  Rabu (16/1/2019) mengatakan,   predikat yang diberikan ini  menjadi cambuk bagi kita semua, pemerintah maupun warga masyarakat pemerintah dan warga Kota Kupang untuk mengevaluasi kembali program-program kebersihan.

Menurutnya, ada beberapa  hal yang harus diperhatikan dalam menanggapi hal ini. Pertama tentu harus dilihat dari aspek manusianya dalam hal kemampuan merencanakan penanganan sampah. Karena bagaimanapun, salah satu aspek yang dinilai adalah pemkot belum punya satu strategi nasional penanganan sampah.

“Memang kita sudah berbenah tapi belum menyeluruh dari hulu ke hilir. Jadi program yang sudah kita rancang  perlu dievaluasi karena itu menyangkut manusianya sebagai sumber sampah.  Kedua,   faktor Sumber Daya menyangkut sarana dan prasarana yang harus dinilai  kembali.  Ketiga adalah dana  apakah mencukupi untuk operasional. Namun yang paling penting dari semua aspek adalah metode penangan sampah dan penjagaan lingkungan di kota ini,” kata mantan Kadis Kesehatan Kota Kupang ini.

Tentang langkah yang akan dibuat pemkot, Herman Man menegaskan, aka mengundang semua unsur pemerintah ditingkat bawah seperti camat, lurah, dan dari Dinas Kebersihan Kota guna mempresentasikan sistem penanganan sampah dan menjaga kota ini tetap bersih. Dari situ barulah dievaluasi apa yang belum beres dan perlu diperbaiki dalam program dan sistem penanganan sampah di Kota ini kedepannya.

“Saya perlu menghimbau kepada masyarakat  agar ikut menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempat pembuangan sampah yang sudah disediakan agar memudahkan petugas kebersihan mengambilnya dan membuang ke Tempat Pembuangan  Akhir untuk dikelola,” pesan Herman Man.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *