TIDAK DISIPLIN, 145 ASN DAPAT SANKSI KENAKAN ROMPI ORANYE

KUPANG. NUSA FLOBAMORA-–Sebanyak 145 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Setda NTT mendapat sanksi mengenakan rompi berwarna oranye. Pengenaan rompi ini karena para ASN dimaksud terlambat masuk kantor pada upacara perdana awal tahun 2019 di Kantor Gubernur NTT, Senin (7/1/2019).

Seperti disaksikan, para ASN yang terlambat ini langsung di kenakan rompi oranye oleh petugas yang tengah berjaga saat apel dimulai. Upaya ini di lakukan sebagai bentuk tindakan disiplin bagi ASN yang terlambat mengikuti apel. Pengenaan rompi ini sebelumnya telah diinstruksikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT melalui Sekretaris, Mulu Blasius,   mengatakan, Apel perdana tahun 2019 ini dipimpin langsung Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dihadiri Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dan Sekda NTT, Ben Polo Maing serta di hadiri oleh seluruh pimpinan organisasi Perangkat Daerah  di lingkup pemprov NTT.
Dikatakannya, untuk penegakan disiplin terdapat 37 perangkat Daerah yang stafnya terlambat yaitu 145 orang dan langsung dikenakan rompi oranye sebagai tindakan moral yang diberikan oleh  Gubernur NTT kepada ASN yang terlambat apel.
“Sanksinya adalah tindakan moral yang diberikan oleh Gubernur dengan mengenakan baju rompi saat apel dan rompi itu di pakai pada saat apel saja selesai apel langsung di buka,” katanya.
Pemberian sanksi ini selanjutnya akan diberikan bagi semua ASN yang terlambat apel dan jika ditemukan orang yang sama maka pemberian sanksi bukan kapada ASN yang bersangkutan melainkan kepada Pimpinannya.
Pada upacara perdana ini dari 37 Organisasi perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkup Pemprov NTT terdapat 145 orang ASN yang terlambat dan mengenakan rompi oranye. 145 orang ASN yang terlambat ini, terbanyak dari dua OPD yakni Bappeda NTT sebanyak 12 orang dan Dispora NTT 12 orang ASN.(*/ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *