Hormatilah Sosok Ibu Karena Sumber Kehidupan

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—“Surga ada di telapak kaki ibu” bukanlah sekedar slogan semu. Ungkapan ini memang sangat pantas dan layak disematkan pada sosok ibu karena beliaulah sumber kehidupan. Untuk itu, semua orang harus menghormati sosok ibu karena jasanya tak bisa diukur dengan barang apapun.

Ketua PIA DPRD NTT, Hj. Rofika Arsyad, SE, kepada wartawan di Kupang, Minggu (23/12/2018) punya penilaian istimewa soal sosok seorang ibu. Sosok ibu sangat terhormat karena memiliki peran yang luar biasa mendidik anak sejak dari dalam kandungan hingga membesarkannya menjadi orang yang baik bagi bangsa dan negara.

Menurut istri dari Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno ini, ibu ada sosok perempuan yang hebat karena memiliki tanggung jawab yang besar baik di dalam rumah tangga maupun diluar rumah tangga. Tanggung jawab yang diemban seorang ibu terhadap anak-anak sangat besar karena harus setia hadir disetiap situasi apapun.

“Jasa seorang ibu tidak bisa diukur. Tanggung jawabnya sangat besar. Untuk itu, kita harus menghormati dan menghargai seorang ibu sebagaimana kata pepatah “surga ada di telapak kaki ibu” karena ibu adalah segala-galanya, ibu adalah tiang negara dimana ibu selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, bisa kuat dan sehebat ibunya,” ujar Rofika.

Berkenaan dengan Hari Ibu, 22 Desember, secara khusus dirinya berpesan kepada sosok ibu masa kini supaya harus menyayangi ibu kandung dalam kondisi apapun. Dari sosok ibu kandung itulah sehingga anak-anak tumbuh menjadi orang yang luar biasa. Sosok kesederhanaan ibu, hendaklah menjadi contoh untuk diteladani.

“Jangan melihat sosok ibu karena tidak ada apa-apanya lalu kita tidak hormati. Bagaimanapun sosok ibu itu dengan kasih sayang dan semangat yang tinggi mendidik anak-anak, dengan harapan tumbuh menjadi orang yang berguna bagi keluarga, bangsa dan negara. Sosok ibu adalah segalanya,” kata Rofika.

Tentang pribadinya sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri dari seorang politisi bagaimana mengatur waktu, Rofika mengatakan, jalinan komunikasi berjalan sangat baik. Waktu penuh memang dirinya berada bersama anak-anak, dibandingkan sang suami yang memiliki tugas diluar yang cukup banyak sebagai seorang politikus. Walau begitu, dengan media komunikasi yang ada sekarang, tidak ada hambatan sedikitpun dalam berinteraksi.

“Apapun kondisinya memang harus dipahami untuk ditinggal kalau suami harus tugas diluar. Tugas kita sebagai istri mendoakan suami dalam tugas agar sukses dan dilindungi Tuhan. Tapi komunikasi tetap rutin dilakukan melalui hand phone jadi tidak ada persoalan,” katanya.

Sebagai Ketua PIA DPRD NTT, Rofika menegaskan bahwa mereka kaum istri selalu mendukung tugas suami. Suami duduk di kursi dewan merupakan kepercayaan masyarakat sehingga tugas istri harus mengingatkan untuk tidak boleh melakukan korupsi. Setiap istri wajib menanyakan kepada suami darimana sumber uang yang dibawa pulang ke rumah apakah dari gaji atau bukan. Hal ini penting karena kesalahan yang dibuat suami berdampak pada keluarga.

“Saya selalu ingatkan kepada anggota soal ini. Saya bersama anggota selalu dukung karier suami dengan turun ke masyarakat untuk membantu walau tidak banyak. Sekecil apapun bantuan, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami ketika masyarakat menerima dengan sukacita,” ujarnya.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *