Mendagri Sebut HUT NTT Mengandung Dua Makna Filosofis

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan bahwaperingatan Hari Jadi ke-60 Provinsi NTT merupakan peristiwa bersejarah, bagi seluruh masyarakat di bumi Flobamora. Memperingati Hari Ulang Tahun secara filosofis mengandung 2 (dua) makna yakni introspektif dan prospektif.

Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan hal ini ketika memberikan sambutan pada acara rapat paripurna istimewa DPRD NTT dalam rangka HUT NTT ke 60 di Gedung DPRD NTT, Kamis (20/12/2018). Rapat paripurna ini dibuka Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno didampingi tiga wakil ketua dewan, para anggota DPR RI dan DPD RI asal daerah pemilihan NTT, Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Ketua Sinode GMIT, Dr. Meri Kolimon, Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim, pelaku sejarah NTT, JN Manafe, mantan Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay dan Beni Litelnoni, mantan penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon, mantan Menteri Perdagangan, Saleh Husin, unsur Forkompimda NTT dan ratusan pejabat dari Kabupaten/kota se-NTT.

Menurut Mendagri Kumolo, peringatan Hari Jadi ke-60 Provinsi NTT merupakan peristiwa bersejarah, bagi seluruh masyarakat di bumi Flobamora. Memperingati Hari Ulang Tahun secara filosofis mengandung 2 (dua) makna. Pertama, bermakna “introspektif” artinya peringatan Hari Ulang Tahun dijadikan sebagai sarana mawas diri atau introspeksi diri. Kedua, bermakna “prospektif” artinya melalui perayaan Hari Ulang Tahun, kita berupaya mendesain atau merancang sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian.

Dalam dua tahun terakhir, kata Kumolo, ekonomi NTT berhasil tumbuh di atas rata-rata nasional pada kisaran 5 persen.  Berdasarkan potensi sumber daya yang ada, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki berbagai peluang investasi yang sangat prospektif untuk dikembangkan, antara lain dalam bidang peternakan, perdagangan, agrobisnis/agroindustri, industri kerajinan, dan pariwisata. Peringatan hari Jadi Provinsi NTT yang Ke-60 ini merupakan momentum berharga bagi seluruh jajaran pengambil dan pelaksana kebijakan di Provinsi NTT untuk kembali melakukan intropeksi/evaluasi atas capaian kinerja yang telah berhasil diraih. Keberhasilan pembangunan di daerah pada saat ini dan juga dimasa mendatang banyak ditentukan oleh berbagai persyaratan, terutama oleh kemampuan kita untuk dapat mengoptimalkan sumber-sumber daya serta untuk mengeliminasikan timbulnya keterbatasan dan hambatan-hambatan yang ada. Dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Indonesia yaitu “Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”, besar harapan agar Pemerintah Provinsi NTT mampu menyelesaikan beberapa agenda prioritas yang tertera dalam Nawa Cita yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia.  Pemerintah telah berupaya mempercepat pembangunan daerah termasuk di dalamnya daerah pinggiran, kawasan tertinggal, kawasan timur Indonesia, kawasan pedesaan, kawasan marginal, perkotaan dan wilayah strategis lainnya.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dalam sambutannya menyampaikan soal apa yang akan dibuat selama memimpin NTT. Sesuai visi dan misi yang sudah dirumuskan, ada lima program yang akan dilaksanakan bersama rakyat NTT agar segera keluar dari penilaian miring terhadap provinsi ini.

Menurutnya, selama memimpin NTT bersama

Wakil Gubernur,Josef Nae Soi, akan bergerak cepat. Program pegembangan pariwisata sebagai lokomotif utama dalam  meningkatkan  ekonomi warga. Salah satu obyek wisata yang paling diminati wisatawan adalah  Pulau Komodo  sehingga  menjadikan Komodo milik NTT seutuhnya. Setiap wisatawan harus membayar  uang yang layak karena targetnya NTT harus menjadi Provinsi Pariwisata.

Dirinya juga menyinggung soal bidang Pertanian terpadu sebagai ekonomi biru. Juga soal potensi wisata Pantai  Mulut Seribu di  Pulau Rote yang luar biasa.  Selain itu, program menanam kelor akan terus didorong untuk memenuhi  kebutuhan pasar di luar negeri. Semua hotel, kantor harus dibudayakan menyediakan suguhan teh kelor.

Menurut mantan Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini, dia  tidak akan main-main dengan moratorium tenaga kerja. Saat ini ada 101 manusia NTT pulang dalam kondisi mayat. Langkah yang dilakukan adalah menghadirkan   balai latihan kerja (BLK) yang sekarang baru 7 akan ditingkatkan menjadi 30 unit di seluruh NTT.(ER).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *