LPMP NTT Dukung Program NTT Membaca dan NTT Bersih

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTT mendukung penuh program pemerintah Provinsi NTT yakni NTT membaca. Pasca hari ulangtahun NTT ke 60 tahun 2018 ini Pemerintah mewajibkan setiap satuan pendidikan selama seminggu mewajibkan para siswa membaca selama 1 minggu termasuk kegiatan bersih-bersih, merupakan hal yang luar biasa. Untuk ini diharapkan menjadi budaya dan dilaksanakan seterusnya.

Kepala LPMP Provinsi NTT, Drs. H M Irfan, MM menyampaikan hal ini kepada wartawan, di   Hotel Aston, Kupang,  Selasa (18/12/2018).

Irfan menjelaskan, dalam rangka HUT NTT ke 60 tanggal 20 Desember 2018 ini, LPMP NTT mendukung penuh dengan dua program utama yakni NTT membaca dan NTT Bersih. Program ini diakuinya telah dibicarakan bersama dengan Dinas Pendidikan NTT dan ditindaklanjuti dengan himbauan kepada semua satuan pendidikan agar melakukan pembersihan lingkungan dan wajib membaca sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) selama satu jam.

“Saya kira ini hal positif. Jadi dua program ini diharapkan tidak saja dilakukan hanya karena dalam rangka HUT NTT ke 60 saja tetapi menjadi budaya. Kita harapkan kedepan setiap satuan pendidikan wajib melaksanakan program NTT Bersih dan NTT Membaca,” harap Irfan.

Menyinggung soal rancangan program tahun 2019, Irfan mengatakan, terkait kurikulum 13 (K13) tidak lagi pada penyiapan tetapi penerapan. Pihaknya perkuat pada tenaga kependidikannya terutama guru dan kepala sekolah. Penyiapan kepala sekolah menjadi skala prioritas. Pihaknya perkuat pada penyiapan guru, kepala sekolah dan pengawas untuk menjemput penguatan sumber daya manusia (SDM) yang merupakan kebijakan secara nasional.

Tentang upaya meningkatkan mutu pendidikan di NTT, Irfan menjelaskan, alokasi anggaran untuk pendidikan dari pemerintah pusat memang cukup besar. Terhadap bantuan ini tentu pihaknya menyambutnya dengan positif yang ditunjukan dengan persiapan SDM yang memadai terutama guru, kepala sekolah dan pengawas. Semua pihak harus terlibat aktif dalam memajukan dunia pendidikan dengan penyiapan SDM yang memadai. Kunci utama ada pada bagaimana mengoptimalkan peran semua pihak dalam meningkatkan SDM sehingga tercipta kualitas pendidikan yang memadai.

“Saya ajak mari kita bergandengan tangan memajukan dunia pendidikan di NTT. Tugas kita semua mengoptimalkan setiap bantuan dana yang diberikan termasuk di dalamnya dana desa juga diharapkan bisa membantu mengembangkan SDM di tingkat desa terutama dalam hal pendidikan,” kata Irfan.(ER).

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *