Jelang Puncak HUT NTT ke 60 Diawali Dengan Paripurna Istimewa

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–-Menjelang puncak Hari Ulang Tahun (HUT) NTT ke 60 tanggal 20 Desember mendatang, akan diawali sehari sebelumnya tanggal 19 Desember dengan sidang Paripurna istimewa DPRD NTT. Pada momen ini, para undangan diwajibkan mengenakan pakaian adat daerahnya sendiri. Selain itu, sepekan menjelang puncak HUT, aneka kegiatan akan dilaksanakan serentak pada hari dan jam yang sama di 22 kabupaten/kota di NTT.

Ketua Panitia HUT NTT ke 60 yang juga Asisten I Setda NTT,  Drs. Mikhael Fernandez menyampaikan hal ini pada jumpa pers dengan wartawan di Kantor Gubernur NTT, Kamis (13/12/2018). Turut mendampingi, Karo Kesra, Barthol Badar, Karo Umum, Drs. Zakarias Moruk, Karo Humas, Drs. Semuel Pekereng.
Mikhael menjelaskan, pada pelaksanaan HUT NTT ke 60 ini, pelaksanaannya agak berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya yang sangat kaku dimana dilaksanakan upacara bendera. Pada tahun 2018 ini tidak ada upacara bendera tetapi digelar aneka kegiatan yang dilaksanakan serentak pada hari dan jam yang sama pula di 22 kabupaten/kota.
Kegiatan mendukung HUT NTT ke 60 ini, kata Mikhael, mulai dilaksanakan tanggal 14 Desember dimana akan dilakukan penanaman anakan kelor serentak baik di provinsi maupun di kabupaten/kota. Ini sejalan dengan program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk mendapatkan jutaan pohon kelor di NTT. Selain itu, pada hari yang sama akan dilakukan pula gerakan bersih-bersih di pantai secara serentak. Pada tanggal 15 Desember, seluruh siswa dari tingkat SD-SLTA di seluruh kabupaten/kota melakukan kegiatan membaca serentak dengan durasi waktu 1-2 jam.
“Pada tanggal 18 Desember dilaksanakan kegiatan bersih di sekolah juga kantor-kantor yang dilaksanakan serentak juga. Kegiatan bersihkan sampah terutama di pasar-pasar. Pembersihan lingkungan sekolah dan kantor terutama toilet harus bersih. Tidak ada lagi sampah puntung rokok. Jadi gerakan NTT bersih,” katanya.
Menurut Mikhael, sesuai arahan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat bahwa sehari sebelum puncak HUT NTT nanti, akan diawali dengan rapat paripurna istimewa pada tanggal 19 Desember pagi hari. Gubernur dan wakil gubernur bersama unsur Forkopimda akan mengenakan pakaian adat masing-masing daerah dengan berjalan kaki dari Kantor gubernur NTT menuju gedung DPRD NTT. Rombongan akan dihantar dengan atraksi drum band dan diterima dengan tarian Kataga dari Sumba di depan tangga gedung dewan.
“Semua undangan akan kita minta mengenakan pakaian adat masing-masing pada paripurna istimewa di gedung dewan. Pada sore harinya di alun-alun rumah jabatan akan dimeriahkan dengan kegiatan hiburan oleh grup band Slank. Sudah dipastikan tanggal 19 Desember Slank tiba di Kupang. Mereka akan jadi duta kelor NTT. Kita berharap slankers-slankers di NTT turut meramaikan acara ini nanti,” kata Mikhael.
Menurutnya, untuk suksesnya acara HUT NTT, para pihak sudah menyatakan kesiapan mendukung sepenuhnya. Dia meyakini kalau momen HUT NTT tahun 2018 ini gaungnya akan luar biasa karena kegiatan-kegiatan yang sudah dirancang akan dilaksanakan serentak di seluruh NTT.
Mikhael menambahkan, suksesnya momen ini memang dibutuhkan dana. Tahun 2018 ini untuk kegiatan serentak itu tidak ada dana yang dibebankan melalui APBD NTT tetapi pendanaan ditanggung kabupaten/kota masing-masing. Untuk itu, partisipasi bersama demi suksesnya HUT NTT sangat diperlukan sehingga tidak terkesan hanya provinsi yang selenggarakan tetapi semua kabupaten/kota juga turut terlibat dalam kebersamaan  guna menunjukan bahwa NTT milik bersama.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *