Perwakilan Anak dari  4 Provinsi Hadiri Konferensi Anak Muda di Kupang

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–-Perwakilan anak muda dari 4 provinsi yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, Yogyakarta dan tuan rumah NTT menghadiri Konferensi anak muda yang diselenggarakan tanggal 11-12 Desember di Kupang. Kegiatan yang difasilitasi CIS Timor dan Komunitas Peacmaker Kupang (KOMPAK) bertujuan untuk sama-sama berkomitmen memerangi kabar bohong dan ujaran kebencian yang berpotensi memecahbelah persatuan dan keutuhan NKRI.
Direktur CIS Timor, Haris Oematan didampingi Ketua Panitia Konferensi Anak Muda di Kupang, Ririn Astrianawaty, menyampaikan ini dalam konferensi pers di Neo Aston Kupang, Selasa (11/12/2018). Hadir saat ini Ketua MUI NTT, Drs. Abdul Kadir Makarim, Kepala Dinas Kominfo NTT, Drs. Abraham Maulaka.
Haris menjelaskan, sejak tahun 2013, CIS Timor dan KOMPAK mendapatkan dukungan dari Oxfam dan Kementrian Sosial RI dalam program pemberdayaan dan pengorganisasian kelompok anak muda untuk pembangunan, perdamaian dan persatuan Indonesia. Oxfam adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang berada di 20 negara dan bekerja di hampir 100 negara di dunia salah satunya di Indonesia.
Dijelaskan Haris, mendekati momen besar politik, seperti pemilihan kepala daerah dan presiden, CIS Timor dan KOMPAK kuatir perdamaian di Indonesia terancam dengan beredarnya secara luas kabar bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang menyangkutpautkan identitas agama, suku, kelas sosial, gender, dll baik di media konvensional maupun media sosial. Jika tidak ditangani dengan tepat, opini-opini yang tidak kredibel ini potensial memecah belah keutuhan dan persatuan sosial dalam masyarakat. Disini peran masyarakat terutama anak muda sebagai generasi yang dinamis dan akrab dengan teknologi informasi terkini menjadi penting untuk menjaga supaya kabar bohong dan ujaran kebencian tidak beredar luas dan memecah belah masyarakat.
Menurutnya, dalam dua hari kedepan (11-12 Desember) CIS Timor dan KOMPAK dengan dukungan Oxfam dan Kementrian Sosial RI melaksanakan Konferensi Anak Muda dengan tema “kabar bohong dan ujaran kebencian tidak keren. Anak muda melawan kabar bohong dan ujaran kebencian untuk Indonesia damai”. Fokus kegiatan pada peran anak muda dalam menyebarkan kabar dan berita positif untuk mendukung perdamaian Indonesia serta tidak mudah terhasut kabar bohong dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Adapun agenda Konferensi anak muda selama dua hari itu yakni, panel diskusi tentang Dinamika pembangunan, restorasi sosial dan pluralisme di Nusa Tenggara” dengan nara sumber : Gubernur NTT atau yang mewakili, Pater Gregorius Neonbasu, SVD, Pendeta Dr. Ira Mangililo Zarniel Woleka dengan moderator : Juliana Ndolu.
Diskusi panel “Peran anak muda dalam menghentikan penyebarluasan kabar bohong dan ujaran kebencian” dengan nara sumber : Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang), Dion DB Putra (Pemred Pos Kupang), Perwakilan Polda NTT, Anjulin Kamlasi (BEM FKIP Undana/KOMPAK) dan Widiya Suci (AKAPELA NTB) dengan moderator, Anna Djukana.
Pada kegiatan ini dilakukan diskusi kelompok anak muda soal kondisi daerah dan kerja-kerja komunitas untuk mencegah kabar bodong dan ujaran kebencian, termasuk lomba esai dan poster juga pentas seni anak muda.
Sementara Abdul Kadir Makarim menyatakan dukungan penuh terhadap konferensi anak muda ini. Dia berharap kekompakan yang terjalin antar anak muda tetap terpelihara dalam menjaga persatuan diantara sesama kaum muda dalam menjaga dan mengawal keutuhan NKRI.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *