Abdul Syukur : “Tidak Tega Lihat Penderitaan Rakyat”

MAJU menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPRD NTT dari PPP di Dapil 7 (Kabupaten Belu, Malaka dan TTU) bagi pemilik nama lengkap Abdul Syukur, SH bukan dadakan. Dirinya mengambil sikap untuk maju berangkat dari keprihatinannya atas penderitaan rakyat. Dirinya melihat dalam kehidupan realita masyarakat  khususnya di Dapil 7 NTT , banyak ketimpangan-ketimpangan pembangunan dan juga banyak persoalan-persoalan umat dan bangsa yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Abdul Syukur ketika ditemui saat pembekalan Caleg Kota Kupang, Kabupaten dan Provinsi dari PPP, di Resto Celebes Kupang,  Senin ( 26/11/2018) banyak bercerita mengenai keinginan untuk bertarung di pemilu legislatif 2019.

Menurut Syukur, dasar dirinya maju dalam pertempuran politik 2019 ini, karena dirinya melihat dalam kehidupan realita masyarakat  khususnya di Dapil 7 NTT , banyak ketimpangan-ketimpangan pembangunan dan juga banyak persoalan-persoalan umat dan bangsa yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Wakil-wakil rakyat yang sudah diamanahkan untuk memimpin dalam proses pembangunan selama 5 tahun ini,  katanya, dilihat begitu-begitu saja. Artinya tidak ada perubahan yang signifikan dalam hal pembangunan maupun dalam hal meminimalisir persoalan umat dan persoalan Bangsa.

Jika Tuhan menghendaki lewat masyarakat, Belu, Malaka dan TTU dan dirinya   terpilih, ketika ada masalah di depan mata segera diselesaikannya. “Kadang hal-hal kecil yang terjadi di masyarakat kita tidak lihat misalnya, kita melihat masyarakat lapar, solusinya adalah kita membantu dengan membeli beras dan berbagi kepada masyarakat yang sedang  lapar itu. Bukan kita hanya sekedar mengumbar-umbar janji yang solusinya jangka panjang,” tegasnya.

Di tanya Strategi dalam memenangkan pemilihan legislatif  2019, syukur yang juga Ketua Gerakan pemuda Ansor Kota Kupang ini menjawab, strategi untuk memenangkan pemilihan legislatif( pileg)  2019, dengan pendekatan secara kultural, kedekatan secara organisasi, dan juga pendekatan silahturahmi yang jauh sebelum pileg dirinya sudah lakukan itu. Pendekatan dengan mengunjungi para tokoh agama, tokoh masyarakat yang dianggap berpengaruh di dapil tersebut.

Dirinya berpendapat, bahwa dengan bersilahturahmi, dirinya akan  menyampaikan program apa yang akan dilakukan dan target-target apa yang akan dilakukan 5 tahun kedepan.

Syukur berharap, semoga anggota dewan yang kelak terpilih, betul-betul yang berkualitas dan mampu mengemban tugas dan amanah yang telah di titipkan oleh rakyat serta mampu  menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat yang selama ini banyak yang belum terselesaikan dengan baik.

“Harapan ini bisa terwujud manakala, masyarakat Belu, Malaka dan TTU mempercayakan diri saya untuk duduk di kursi legislatif 2019-2024 di DPRD NTT,” ujar Syukur. (erni amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *