Pariwisata Dijadikan Lokomotif Ekonomi NTT

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat bertekad menjadikan pariwisata sebagai lokomotif untuk memperkuat ekonomi NTT kedepan. Goal utama dari pengembangan pariwisata sebagai leading sektor,  bisa  mengurangi angka kemiskinan. Angka kemiskinan dari 21 persen diharapka tahun 2023 bisa turun menjadi 10 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu pada acara Jumpa Pers dengan para wartawan di aula Dinas Pariwisata NTT, Senin (26/11/ 2018) .

Dikatakan Marius, mengingat sektor pariwisata sebagai leading sektor maka, Dinas Pariwisata selama  ini sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk bisa mensinkronkan kegiatan-kegiatan Pariwisata dan juga kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Dijelaskannya, selama ini Gubernur NTT, Viktor Laiskodat sudah melakukan dialog terbuka dengan para Bupati, Walikota, Tokoh Agama, unsur Perguruan Tinggi sedaratan Timor untuk mensosialisasikan Visi Misi untuk mewujudkan NTT lebih agresif kedepan. Sektor Pariwisata NTT saat ini, sedang berkembang dengan baik. Sejalan dengan sektor Pariwisata yang sedang bertumbuh dengan bagus.

“Ini momen untuk menangkap peluang-peluang yang ada di NTT saat ini khususnya dibidang Pariwisata, bisa merambah gerbang-gerbang lainnya saling mendukung dan saling berkaitan Pariwisata dengan pertanian, perkebunan, dan perikanan kelautan, kehutanan dan ke-PU an,” ujarnya.

Menurut Jelamu, lewat sektor Pariwisata diharapkan  ekonomi NTT kedepan tidak dominan berbasis pada produksi pertanian dan perkebunan, tetapi sudah beradaptasi pada ekonomi berbasis jasa. Itulah sebabnya Gubernur dan kita semua bertekad untuk menjadikan Pariwisata ini sebagai lokomotif untuk memperkuat ekonomi NTT kedepan. Tentu goal utama dari pengembangan Pariwisata sebagai leading sektor, tentu akan mempengaruhi angka kemiskinan kita. Angka kemiskinan kita saat ini 21 persen dan tahun 2023 diharapakan bisa turun 10 persen dan ini mimpi kita bersama,”  katanya.

Marius mengatakan, untuk mewujudkan semua ini, perlu komitmen dan kerja keras dengan revolusi mental yang sekarang sudah mulai kelihatan baik ditingkat Provinsi, Kabupaten sudah mulai mengimbangi. Ada beberapa isu utama yang sudah disampaikan oleh Gubernur kepada publik, rencana pengelolaan Taman Nasional Komodo yang selama ini dikelola oleh otoritas taman nasional komodo, 1 UPT nasional dibawah Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan yaitu otoritas taman nasional komodo.

Adapun puluhan taman nasional diseluruh Indonesia, ada beberapa di NTT antara lain, taman nasional Kelimutu, ada juga beberapa di Sumba dan sekarang Dinas Pariwisata sedang berjuang untuk menurunkan status Gunung Mutis yang selama ini daerah atau wilayah konservasi menjadi taman nasional yang tentu akan menjadi destinasi wisata.

Menurut Marius, peraturan pemerintah memang sangat baku. Apa gunanya sebuah hutan yang sangat indah itu dinikmati oleh rakyat baik keindahan maupun untuk mensejahterakan masyarakat-masyarakat disekitar kawasan Gunung Mutis.

Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat sesuai dengan peraturan perundangan, juga memiliki kewenangan untuk mengelola kawasan-kawasan di NTT. Selama ini taman nasional Komodo dikelola oleh pemerintah taman nasional dan pemasukan dari situ dimasukkan ke kas negara. Apabila NTT sudah kelola taman nasional komodo bisa mendapkan PAD karena Gubernur menghendaki taman nasional komodo ini sebagai destinasi pariwisata berkelas.

“Mulai tahun depan sampai periode 5 tahun, pariwisata akan segera agresif dikembangkan sesuai dengan Visi Misi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur kita. Ini juga sejalan dengan kebijakan Presiden yang menjadikan sektor pariwisata sebagai leading sektor dalam memperkuat ekonomi nasional kedepan” kata Marius. ( erni amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *