Dinas Pariwisata NTT Kembali Gelar TdT Jilid IV

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—-Guna mendukung program pariwisata di NTT,
Pemerintah Provinsi( Pemprov) NTT melalui Dinas Pariwisata,  kembali menggelar even Tour di Timor( TdT) Jilid IV. Kegiatan tahunan ini diagendakan berlangsung dari 4-8 Desember 2018 dengan titik start dari Malaka dan finish di Kota Kupang.
Kepala Bidang Pengembangan, Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata NTT, Eden Kalakik, SE. M.Si menyampaikan hal ini usai rapat koordinasi bersama Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Bidang Pariwisata, Perwakilan dari Polda NTT,  perwakilan Korem 161/Wira Sakti Kupang dan Hendrik selaku even organizer( EO), Selasa (6/11/2018).
Eden mengatakan, dalam rangka mempromosikan pariwisata NTT, pihaknya mengangkat even di beberapa pulau sebagai branding. Kalau Sumba brandingnya parade kuda sandelwood, Flores brandingnya Tour de Flores (TdF), sedangkan Timor brandingnya TdT. Untuk ini maka yang diharapkan adalah khusus di Flores peserta tour bisa menyinggahi beberapa destinasi untuk mengambil gambar dan safe sehingga daerah ini bisa mendapatkan keuntungan dari promosi destinasi wisata termasuk di Timor.
Dikatakannya bahwa antara kegiatan TdF dan TdT terdapat perbedaan. Untuk TdF lebih pada lomba balap sepeda sedangkan TdT lebih kepada wisata sepeda untuk mengunjungi beberapa obyek wisata di Pulau Timor.
“Kita promosikan agar wisatawan yang berkunjung ke NTT khususnya di Timor bisa meningkat. Data pada kita menunjukan bahwa di Flores khususnya Manggarai Barat jumlah wisatawan yang datang berkunjung urutan pertama, kemudian kedua Sumba, ketiga di Ende
dan keempat Pulau Timor. Makanya kita berharap dengan even seperti ini jumlah wisatan yang berkunjung bisa masuk urutan kedua. Karena setiap kabupaten saat ini bersaing untuk mendatangkan wisatawan sehingga target yang diinginkan Presiden Jokowi bahwa tahun 2020 kita mendatangkan wisatawan sebanyak 20.000 itu bisa terwujud,” kata Eden.
Mengenai keikutsertaan wisatawan pada even TdT ini, Eden mengatakan, yang telah mendaftar sebanyak 34 orang berasal dari Jakarta, Bandung dan Timor Leste. Pihaknya juga berharap ada penambahan peserta mancanegara di TdT ini semakin meningkat.
“Kita punya target pada even TdT ini bisa mencapai 150 orang,” harap Eden.
Soal dampak ikutan dari penyelenggaraan even ini pada beberapa tahun belakangan, Eden mengatakan, setiap provinsi di Indonesia memiliki obyek wisata unggulan seperti di Jawa, Sumatera memiliki obyek dengan daya tarik menarik tetapi kurang memiliki even. Even menjadi bagian penting dalam menarik wisatawan sehingga selama tiga kali even TdT jumlah wisatawan yang berkunjung tercatat meningkat 2-5 persen. Dengan begitu ada harapan bahwa TdT ini dapat menarik jumlah wisatawan lebih meningkat lagi dan Belu menjadi pintu masuk wisatawan. Even perbatasan dari waktu ke waktu harus semakin ditingkatkan dan Motaain di Belu dan juga Wini di TTU tetap menjadi pintu masuk wisatawan masuk ke NTT.
“Kita harapkan masyarakat yang ada obyek wisata yang siap dikunjungi wisatawan maka harus tingkatkan kuliner. Dengan demikian wisatawan dapat menikmati kuliner lokal kita,” ujar Eden.(erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *