Warga Desa Mauleum, TTS Dukung Program Revolusi Hijau

MAULEUM.NUSAFLOBAMORA––Warga Desa Mauleum, Kecamatan Amanuban Timur,  Kabupaten TTS mendukung penuh program revolusi hijau yang dicanangkan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. Program berupa pengembangan tanaman kelor ini ditunjukan warga dengan menyiapkan lahan seluas 2 hektar untuk penanaman anakan dan bibit kelor. Penanaman kelor secara simbolis oleh Asisten III Setda NTT, Stef Ratoe Oedjoe mewakili Gubernur NTT ini tanaman  kelor sebanyak 200 pohon dan biji kelor sebanyak 2.000 biji dilaksanakan, Jumat (2/11/2018). Penanaman kelor yang didatangkan Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT ini dalam rangka, peringatan HUT reformasi ke 501, HUT TNI ke 73 dan Sumpah pemuda yg di selenggarakan oleh  Panitia Oikumene dan Doa Bersama Anak Negeri. Turut serta bersama warga dalam penanaman anakan dan bibit kelor di Desa Maleum ini,  Ketua Majelis Anugerah, Akuarius D. Laufa, S.Si-Teol serta Dandim 1621 TTS, Letkol  CPM  Rhino Charles Tuwo.
Asisten III Setda NTT, Ir. Stef Ratoe Oedjoe pada kesempatan ini mengatakan, program revolusi hijau  berupa penanaman tanaman kelor ini merupakan inovasi baru. Selama ini warga di NTT sudah sangat akrab dengan tanaman kelor namun belum mengetahui secara baik manfaat dari tanaman kelor ini. Program yang dicanangkan Gubernur NTT ini ternyata memiliki nilai positif bagi warga dalam hal peningkatan ekonomi keluarga.
Menurutnya. tanaman kelor sangat cocok buat iklim dan tekstur tanah di NTT dan tergolong paling baik di Indonesia bahkan dunia. Manfaatnya selain untuk konsumsi juga dapat digunakan untuk produk kesehatan dan kecantikan. Untuk itu, dirinya mengajak warga khususnya di Desa Maleum untuk menanam sebanyak-banyaknya serta menjaga dan memelihara agar tanaman ini tumbuh dengan subur.
Dia mengakui persoalan utama yang menjadi kendala adalah air. Untuk itu dirinya  berjanji untuk menyampaikan hal ini kepada gubernur sehingga cara mengatasinya dengan membuat sumur bor. Pemerintah desa bisa berkomunikasi dengan dinas terkait untuk pengadaan sumur bor bagi warga guna mendukung penanaman anakan dan bibit kelor yang sudah ditanam ini.
Sementara Ketua Majelis Anugerah, Akuarius D. Laufa, S.Si-Teol mengatakan,
warga sangat gembira dengan program kelor yang dicanangkan gubernur NTT ini. Kelor selama ini dikenal sangat baik untuk peningkatan gizi juga untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Khusus jemaat di desa ini memang semangat untuk mengembangkan tanaman kelor belum baik sehingga kehadiran Asisten III Setda NTT ini memotivasi jemaat untuk lebih semangat bekerja khusus untuk pengembangan kelor.
“Harapan saya tentu dengan jemaat mengkonsumsi kelor gizi anak-anak bisa lebih meningkat. Inipun untuk meningkatkan kualitas SDM warga di desa ini. Saya kira ini menjadi masukan buat kami untuk terus dorong warga untuk tanam sebanyak-banyaknya kelor karena manfaatnya luar biasa,” katanya.
Mengenai kendala air bersih, Akuarius menjelaskan, hal ini menjadi permasalahan serius. Upaya yang dilakukan dengan penggalian sumur bor dimana pihaknya berkomunikasi dengan beberapa pihak tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Harapan agar dana desa bisa digunakan sebagian untuk pengadaan air bersih bagi warga-pun belum ada karena konsentrasi pemerintah desa lebih pada pembuatan jalan.
“Kita belum komunikasi dengan dinas terkait soal air. Kita memang sangat butuhkan air. Memang sekarang kita lebih berupaya penerangan listrik agar membantu kita dalam hal akses informasi. Selama ini warga disini terkesan masih lamban mendapatkan akses informasi dari luar karena banyak kendala yang kami hadapi ,” jelasnya. (erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *