Waspada, NTT Peringkat  7 Kategori Kerawanan Pemilu

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—Menjelang pemilihan Presiden ( Pilpres) dan pemilihan legislatif( Pileg) tahun 2019, mahasiswa jurusan ilmu politik Fisip Universitas Nusa Cendana Kupang menggandeng Komisi pemilihan umum (KPU) dan Badan pengawas pemilu ( BAWASLU) untuk mengadakan seminar nasional dalam rangka mengevaluasi pilkada serentak tahun  2018 dan mensukseskan pileg dan pilpres 2019. Mengingat NTT peringkat ke 7 dalam kategori kerawanan tingkat pemilu maka momen pilkada serentak yang menyisahkan banyak masalah menjadi bahan evaluasi  KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara untuk mensosialisasikan cara pendidikan politik baik, untuk menghindari hal-hal yang sifatnya populis, fundamentalis, fanatisme dan seterusnya.

Hal ini diungkapkan Esra Benu, Ketua jurusan ilmu politik Fisip Undana Kupang, saat ditemui disela-sela kegiatan seminar nasional mahasiswa jurusan ilmu politik Fisip Undana,  Kamis, ( 25/10/2018)

Dikatakan Ersa, menjelang pilpres dan pileg 2019 Fisip undana akan bekerjasama dengan KPU ditandai dengan membuat memorandum of understanding ( MoU) untuk  bagaimana mahasiswa bisa terlibat dalam mensosialisasikan pemilu yang sehat, meminimalisir tingkat kecurangan, kesalahan ditingkat bawah.

Menurutnya, banyak hal normatif yang sudah berjalan secara baik, tetapi tingkat implementasi penyelenggara dibawah belum siap. Meskipun KPU dan Bawaslu sudah melakukan sosialisasi, tetapi kader yang direkrut parpol masih bervariasi baik  tingkat pendidikan, tingkat pemahaman, apalagi bertindak tidak profesional, proposional atau bisa juga ada kepentingan didalamnya.

Dirinya berharap, dengan kegiatan yang melibatkan mahasiswa ilmu politik ini, secara tidak langsung sudah ikut berpartisipasi  membuat pemilu pileg dan pilpres kedepannya bisa lebih baik lagi.

“Kita akan buat supaya mahasiswa paham politik, karena mereka juga tidak boleh berada di level praktis, tapi mereka juga tidak boleh dilarang atau ditekan untuk ikut berpartisipasi  dalam sosialisasi tentang pemilu 2019,” katanya.

Dirinya juga berharap, kedepannya pilpres dan pileg ini tidak boleh melakukan hal yang salah lagi, karena kalau kesalahan itu ditumpukkan pada KPU dan Bawaslu sementara masyarakat tidak melihat kelevel bawah, ini juga menjadi persoalan.

Mahasiswa juga diingatkan, apabila hadir ditengah-tengah masyarakat hendaknya bisa membawa informasi yang benar. (erni amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *