Pemprov NTT Salut Program WINNER dan WfW dari YPII

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—-Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT salut terhadap program sanitasi yang diluncurkan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII).  Program  sanitasi Women and Disability Inclusive WASH and Nutrition (WINNER) dan Water for Women (WfW) ini diharapkan mendorong warga NTT untuk hidup sehat dan terus memelihara lingkungan secara baik pula.
Asisten III Setda NTT, Stefanus Ratoe Oedjoe mewakili Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, ketika membuka kegiatan ini di Neo Aston Hotel Kupang, NTT, Rabu (17/10/2018) mengatakan, pemerintah sangat salut dengan langkah yang dilakukan Yayasan Plan Internasional Indonesia ini. Peluncuran program Winner dan WfW ini sangat membantu pemerintah dalam menjawabi persoalan sanitasi. Inipun sebagai langkah untuk menyadarkan warga dalam memperhatikan pola hidup sehat. Pemerintah tentu berharap kerjasama ini tetap berlanjut sesuai target pada tahun 2019 warga NTT jangan lagi membuang hajat sembarangan tetapi pada jamban yang sehat.
Sanitasi yang kurang baik memang bagian dari ciri kemiskinan maka sinerjitas antar semua elemen untuk merubah pola sanitasi yang baik mutlak dilakukan.
Sementara di tempat yang sama Direktur Eksekutif YPII Dini Widiastuti menjelaskan, kehadiran proyek ini untuk mendukung pemerintah dalam upaya mencapai sustainable development goals(SDGs) khususnya tujuan ke-6 yaitu air bersih dan sanitasi untuk semua. YPII berupaya menjamin akses sanitasi yang setara dan berkelanjutan bagi semua pihak terutama kelompok marginal.
Dikatakannya, proyek ini juga akan berkontribusi pada upaya pemerintah dalam mengurangi angka stunting atau masalah gagal tumbuh pada anak sesuai tujuan ke-3 SDGs yakni menggalakkan hidup sehat dan kesejahteraan untuk semua usia.
Dua proyek ini akan dikerjakan selama lima tahun ke depan yang menyebar di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka, Pulau Timor untuk proyek Winner, serta di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores untuk proyek WfW.
Dini Widiastuti, pada kesempatan inipun memuji potensi anak NTT yang luar biasa. Hal ini terbukti pada kegiatan di Jakarta baru-baru ini ada anak  usia 15 tahun bisa bicara di forum nasional dan tidak kalah dengan anak di Jawa. Dirinya mengajak semua pihak untuk mendorong anak NTT sebanyak-banyaknya untuk mengembangkan bakat dan talentanya.(*/erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *