Satgas Anti Human Trafficking Golkar Salut KP3 Laut Tenau Kupang

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—--Satuan Tugas (Satgas) Anti Human Trafficking Golkar NTT mendukung dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada KP3 Laut Tenau, Kupang yang telah mencegah dan mengamankan calon pekerja Migran Indonesia (CPMI)  Nonprosedural asal NTT yang mau ke Malaysia menggunakan jalur laut dengan  KM Umsini melalui jalur timur lewat Nunukan.

Ketua Satgas Anti Human Trafficking Golkar NTT, Gabriel Goa  melalui jubirnya, Riesta Megasari menyampaikan ini kepada wartawan, Minggu (14/10/2018).

Megasari menuturkan, adapun identitas CPMI yang diamankan  tersebut  yakni,  Benyamin Bria, 36 tahun, alamat Katara, R T 01/RW 01 Kelurahan Fafoa, Kecamatan Malaka Barat. Melirensius Seran (32) alamat Kelurahan Nunleu, Kecamatan  Kotaraja, Kota Kupang. Benyamin Bria ( 39) alamat Melati Dupu Kelurahan Sendang Nadi, Yogjakarta.

Arnoldus Yansen Seran (23) alamat Kelurahan Alas Selatan, Kecamatan  Kobalima Timur. Jeny Rohima Top (33) alamat Sillu, Kelurahan Sillu Kecamatan Fatuleu.

Budi Utami Dewi, (34)  alamat Pedes Blok am nomor 10, Kelurahan Argumulio Kecamatan  Sedayu Baru.

Ivoni Manek (18) alamat Dusun Mahkota Biru, Kelurahan  Alas Selatan, Kobalima Timur. Abram Utan (16) , alamat Silu, Kecamatan Fatuleu. Jasmine Tapatab (16 ), asal Silu Kecamatan Fatuleu. Antonius Fahik, (18 ) th, asal  Mahkota Biru, kelurahan Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur Kabupaten Malaka. Kunera Buak ( 21) asal Mahkota Biru, Alas Selatan,  Kobalima Timur.

Dari CPMI Non prosedural tersebut, kata Megasari,  diamankan tiket dengan tujuan Maumere dan Lewoleba (transit). Sikap  Satgas Anti Human Trafficking Golkar NTT, Pertama, sangat mendukung Gubernur NTT untuk memberantas Human Trafficking di NTT dan menindak tegas Auktor Intelektualis (Mafiosi Human Trafficking) tanpa pandang bulu.

Kedua,mendukung Gubernur NTT untuk segera membuka lapangan pekerjaan di NTT melalui pembangunan industri garam,industri pertanian,industri peternakan,industri perikanan dan industri Pariwisata yang melibatkan partisipasi segenap rakyat NTT. Ketiga, membersihkan birokrasi yang korup agar dana-dana pembangunan sungguh-sungguh  diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat bukan untuk dikorupsi memperkaya diri pejabat dan kroninya.

Kelima, mendukung Gubernur NTT agar bekerjasama dengan lembaga-lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan di NTT untuk sungguh-sungguh mempersiapkan SDM NTT yang handal dan siap memajukan NTT bukan menjadi pengangguran intelektual tetapi wirausahawan hebat di NTT.(*/erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *