Dana Desa di Oeltua Diarahkan ke Air Bersih dan Infrastruktur

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—--Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang memiliki luas wilayah 996 Kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 776 kepala keluarga atau 4800 jiwa. Dengan 5 Dusun yang berbatasan langsung dengan Kota Kupang, diapiti 3 kelurahan yaitu, Kelurahan Kolhua, Kelurahan Naimata dan Kelurahan Penfui, pemerintah desa terus berbenah untuk mensejahterakan warga. Dengan bantuan dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat bernilai miliaran rupiah, diarahkan lebih kepada pengadaan air bersih dan infrastruktur.
Kepala Desa Oeltua, Daniel Mananel yang sudah menjabat 2 tahun ini ketika ditemui di kediamannya di Dusun 5, Selasa (9/10/2018) menceritrakan soal pola pelayanan pembangunan dan pemerintahan yang dia lakukan.
Dijelaskannya, program pembangunan di desanya lebih banyak menggunakan dana desa. Pihaknya mengoptimalkan dana desa sejak tahun 2017. Pada tahun 2017 dana Desa yang masuk sebanyak Rp 1, 2 miliar dan tahun 2018 sebesar Rp 1,1 Miliar. Alokasi dana Desa tersebut pengelolaan serta pembangunannya lewat musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dengan skala prioritas untuk air bersih, infrastruktur. Banyak program yang diinginkan masyarakat, namun dengan dana desa yang pertahunnya Rp 1,1 miliar maka dibagi 30 persen untuk pembangunan, 30 persen untuk pemberdayaan dan lainnya untuk pembinaan dan pemerintahan.
Dia menuturkan, pada tahun 2017 untuk pemberdayaan dari dana desa sudah dilakukan dengan pengadaan ternak sapi sebanyak 50 ekor dan sudah diberikan kepada masyarakat yang punya pakan ternak agar pemeliharaannya lebih baik. Tahun yang sama juga, katanya, dibangun sumur bor di 2 titik yakni Dusun 2 dan sudah berjalan dan masyarakat sudah menikmati air bersih. Untuk pemeliharaannya, ada kontribusi dari masyarakat guna biaya perawatan pompa dan lain-lainnya.
“Karena sebelum ada sumur Bor, masyarakat membeli air tangki. Sumur ada tetapi saat musim kering sumur kering,” katanya.
Untul dana Desa tahun 2018, kata Daniel, diarahkan pada pengadaan 152 ekor bibit ternak babi dan sudah diberikan kepada masyarakat untuk menambah perekonomian keluarga.
“Kami adakan ternak babi ini, dikarenakan kebutuhan daging babi di Kota Kupang maupun di Kabupaten Kupang sangat tinggi dan ini prospek yang sangat baik. Pengadaan ternak sapi maupun ternak babi ini adalah dana bergulir, karena banyak masyarakat lain yang membutuhkan agar bisa merata,” ujar Daniel.
Menurut Daniel, pada tahun 2018 inipun, dibangun 3 titik sumur Bor untuk air bersih. Namun kendalanya masih menunggu aliran listrik dari PLN, karena stok meteran di PLN saat ini lagi kosong. Proses administrasi sudah dilakukan, hanya masih menunggu daftar tunggu.
Untuk pertanian, jelas Daniel, karena Desa Oeltua ini tanahnya bebatuan, maka yang bisa ditanam adalah jagung, jambu mete, mahoni dan jati. Pemerintah Desa Oeltua juga bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana untuk pendampingan dalam bidang pertanian dan peternakan serta ekonomi pembangunan. Setiap tahunnya, Desa Oeltua menerima mahasiswa KKN dari Undana sesuai kebutuhan Desa.Untuk infrastruktur, Desa Oeltua mendapat dana dari APBD II Kabupaten Kupang dan sementara berjalan yaitu di Dusun 3.
Desa Oeltua juga mendapat pelayanan dari pertanahan untuk sertifikat tanah. Untuk tahun 2017 sebanyak 582 sertifikat untuk masyarakat. Dan tahun 2018 sementara dalam pengukuran ada 700 setifikat dan ini adalah program dari pusat.
“Ada banyak program yang sampai saat ini belum bisa terjawab lewat musrenbang, karena disesuaikan dengan dana desa yang ada. Untuk dana desa ini, kami kerjakan sesuai dengan musyawarah dengan petunjuk teknis( juknis) dan aturan yang diturunkan oleh pusat. Saya merasa program dana desa ini sangat menyentuh langsung ke masyarakat, karena dari dulunya alokasi dana desa hanya Rp 46 juta, dengan dana tersebut apa yang kita kerjakan untuk masyarakat,” tandas Daniel.
Dia mengakui pengelolaan dana desa ini juga ada pengawasan yang cukup ketat. Sebagai kepala Desa yang di percayakan masyarakat Oeltua dirinya mengucapkan terima kasih atas pengawasan yang ada karena dengan begitu, pengelolaan dana desa ini bisa di kerjakan sesuai kebutuhan masyarakat, sesuai dengan juknis yang ada untuk menghindari penyelewengan yang terjadi di Desa. Pasalnya, pemerintah memberikan dana ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat bukan untuk disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. (erni amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *