Panglima TNI Ajak Warga Panjatkan Doa Untuk Korban Gempa

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus memanjatkan doa agar meringankan beban yang menimpa korban gempa di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Mountong serta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selain itu meminta warga membantu pemerintah dalam mengatasi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara serta terlibat dalam event-event strategis nasional dan internasional.
Ajakan Panglima TNI ini disampaikan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa pada peringatan HUT TNI ke-73 di Lapangan Pangkalan  TNI-AU El  Tari Kupang, Jumat (5/10/2018).
Menurut Panglima TNI, jajaran TNI bersama komponen bangsa telah bekerja bahu membahu, berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang diderita saudara-saudara yang terkena gempa, di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Mountong serta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peran TNI dengan mengerahkan personel dan alutsista untuk memberikan pertolongan pertama. Juga melaksanakan evakuasi serta menyalurkan bantuan.

TNI juga memberikan pengamanan serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap sebagai bentuk profesionalisme TNI untuk rakyat.

Dikatakan Panglima TNI,  tugas lain yang tidak kalah pentingnya yakni membantu pemerintah dalam mengatasai terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara serta terlibat dalam event-event strategis nasional dan internasional. Selain tugas perang, TNI juga terlibat dalam pengamanan Pemilu dengan tetap komitmen menjaga Netralitas TNI dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2019 mendatang dengan memegang tekad menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadi benteng bagi keutuhan NKRI.

Panglima juga menekankan kepada para prajurit TNI agar tetap mempertahankan dan meningkatkan soliditas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme, memantapkan netralitas TNI baik secara individu maupun satuan dalam Pemilu 2019 dengan melaksanakan tugas secara ikhlas.

Dikatakan Panglima, mencermati perkembangan dimasa kini dan memperhatikan tantangan-tantangan dimasa depan, maka TNI harus terus mentransformasi diri menjadi kekuatan militer yang profesional handal dan kapabel menghadapi berbagai bentuk ancaman dan gangguan. Tekad TNI untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadi benteng bagi kekuatan NKRI.

Dirinya menghimbau, bagi prajurit TNI  dimanapun berada untuk dapat memperkokoh iman dan taqwa kepada Tuhan YME, pertahankan dan tingkatkan solidaritas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme, mantapkan netralitas TNI, dan jalani setiap tugas dengan ikhlas karena tugas TNI untuk kepentingan bangsa dan negara.
Hadir pada kesempatan ini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Wakil Gubernur, Joseph Nae Soi, Kapolda NTT, Danlanud El Tari Kupang. Ketua DPRD NTT, Forkopimda, para sesepuh TNI, PKPPI dan Ibu-Ibu Dharma Pertiwi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat dan lainnya. Peringatan HUT TNI ke 73 tahun 2018 ditutup dengan defile pasukan TNI dari tiga matra, Parade Defile dari pasukan TNI, Polri, Satpol PP dan masyarakat, pemotongan tumpeng HUT TNI.(*/erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *