Gempa Bumi Magnitudo 6,0 Gegerkan Warga Sumba Timur

KUPANG.NUSAFLOBAMORA-—Gempa Bumi  dengan kekuatan Magnitudo 6.0 mengegerkan warga Kabupaten Sumba Timur, NTT. Gempa iniberlokasi di 66 kilometer Barat Daya pada Selasa (2/10/2018)  pukul 07.59 Wita yang dirasakan paling kuat  di Waingapu dan sekitarnya. Terjadi 7 kali Gempa Bumi Mag 6,0 Pukul 07.59 Wita dan Mag 6,3 Pukul 08.16 Wita berjarak setiap 16 menit dirasakan hingga 4 mmi yang menyebabkan goyang dan beberapa bangunan retak ringan dan sedang. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa berpusat di 10.54 LS,120.16 BT dengan Episentrum terletak di kedalaman 10 kilometer dab gempa tidak berpotensi tsunami.

Sholakhudin Noor Falah, Kasi Data dan Informasi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Geofisika Kupang, kepada wartawan, Selasa (2/10/2018)  menyampaikan bahwa Gempa Bumi yang terjadi di Sumba Timur tidak berpotensi Tsunami.  Dikatakan, untuk gempa ini tidak berpotensi tsunami. Jadi saat terjadi  gempa bumi 7 SR dan kedalaman dangkal sekitar 10 km dibawah laut atau dibawah 30 km dan magnitude tidak mencapai 7 SR, tidak mengeluarkan Potensi Tsunami.

Solakhudin menghimbau kepada masyarakat di sekitar Sumba Timur khususnya dan  Sumba  umumnya di NTT jika terjadi gempa bumi yang besar sekali dengan durasi waktu diatas 30 detik harus waspada dan segera mengungsi ke daerah yang lebih tinggi minimal 30 meter dari permukaan laut.

Dia mengakui NTT pernah terjadi beberapa kali tsunami dan namanya gempa bumi dan tsunami akan berulang, tidak bisa diprediksi untuk terulang lagi  entah hitungan puluhan atau ratusan bahkan ribuan tahun. Proses pergeseran Kulit bumi setiap hari terjadi sekitar 6-24 mm per tahun. Pergeseran sedikit namun suatu saat lempeng atau patahan tidak kuat menghadapi tekanan dan stress terlampaui maka lempeng patah tersebut akan terjadi gempa bumi.

Dari data menunjukan, pemetaan tsunami di Wilayah Utara; Jalur sama dengan tsunami di Lombok. Dimulai dari wilayah Bali sampai ke Flores, merupakan 1 patahan sama yang menyebabkan gempa bumi dan tsunami di Flores tahun 1992 silam.

Di daerah Selatan; Sumba, Sabu, Rote dan Pulau Timor ada subdaksi atau penyusupan antara lempeng IndoAustralia ke lempeng Eurasia. Daerah lempeng tersebut berpotensi tsunami karena bersambungan ke kejadian tsunami di Aceh.(*/erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *