Ketua Dewan Pertimbangan MUI Buka Jambore 5.000 Dai Parmusi

BANDUNG.NUSAFLOBAMORA—–Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. Din Syamsudin secara resmi membuka kegiatan Jambore 5.000 Dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) di Bumi Perkemahan, Gunung Gede Pangrango, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/9/2018). Penyelenggaraan Jambore Dai yang melibatkan 5.000 orang ini berasal dari berbagai provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia berlangsung dari tanggal 24-27 September 2018.

Din Syamsudin dalam sambutannya menegaskan, saat ini gejala dan fakta yang tengah melanda tubuh bangsa ini dsebutnya sebagai sebuah arus demoralisasi.  Warga bangsa ini banyak kehilangan pegangan moral dan terjebak dalam kemaksiatan yang  terorganisir. Kondisi ini tidak hanya melanda generasi muda tapi juga generasi tua. Ada tantangan besar sebagai penyebab dimana  bangsa ini pada beberapa tahun belakangan dilanda arus liberalisasi. Sebuah  paham yang menekakan soal hidup sebebas-bebasnya. Fakta adanya liberalisasi ini sudah masuk ke arena politik, masuk kedalam kehidupan ekonomi, yang  membuat orang kaya semakin kaya sementara orang  miskin semakin  miskin. Paham liberalisasi inipun masuk dalam kehidupan berbudaya, akibatnya anak bangsa kehilangan identitasnya sebagai Bangsa Indonesia.

Menurut Din Syamsudin, menghadapi kondisi ini diharapkan para Da’i dan Dai’yah Parmusi harus bisa mengatasinya. Sekarang ini umat dihadapkan pada arus pencerahan dan penggelapan. Oleh karena itu dirinya berpesan kepada semua umat untuk  bersatu, perlu kompak. Umat Islam harus bersatu, mengamalkan ajaran Ukuwah Islamiah.

“Memang kita majemuk tapi perlu persatuan. Tidak perlu ada penghadangan, perkusi terhadap Da’i-Da’i. Kalau sampai terjadi hati kita menangis kalau diantara kita saling menghadang.Tantangan kita berat,” ujar Din Syamsudin.

Din pada kesempatan inipun meminta para Da’i dan Dai’yah agar setelah kembali dari jambore ini harus menyapa umat di pinggiran juga  pulau terluar yang terus terang diakuinya mereka yang mengaku umat Islam tapi kurang disapa, disantuni oleh organisasi Islam. Untuk itu, Parmusi hadir, datang menyapa mereka membela mereka, ini adalah pilihan yang tepat.

“Maka bersyukurlah warga Parmusi, Anda sudah tampil menyebarkan agama Allah ini dengan Da’wah. Anda berjuang dengan sesungguhnya. Mari kita sama-sama bersatu,” pintanya.

Atas nama Dewan Pertimbangan MUI, kata Din Syamsudin, dirinya berharap Jambore 5.000 Dai Parmusi ini adalah sebuah titik tolak keberangkatan bagi kebangkitan umat Islam di Indonesia. Langkah yang dilakukan adalah melakukan Da’wah. Tantangan da’wah semakin besar, berat dan kompleks dimana ada tantangan seperti sekuralisasi. Proses sekuralisasi yang melanda Indonesia yang berjalan sejalan dengan proses modernisasi Indonesia. Sekuralisme itu sangat berbahaya dimana berpendapat bahwa hidup manusia hanya kini dan disini. Artinya tidak ada hidup nanti disana sementara Islam menekankan ada kehidupan nanti dan disana. Tantangan lain penyiaran agama lain. Tantangan ini menjadi tugas bersama dan untuk itu diperlukan semangat bersatu diantara umat Islam.(erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *