Ketua Parmusi NTT Ingatkan 108 Kafila Da’wah Jambore Nasional Dai

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—-Ketua Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) NTT, Abu Lamahoda, S.H mengingatkan kepada 108 orang Kafila Da’wah dari kabupaten/kota se-NTT, yang akan mengikuti Jambore Nasional Dai Parmusi 2018 di Bandung, Jawa Barat.
Para Kafila Da’wah diminta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik agar membawa pulang bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk dilaksanakan di daerah masing-masing.
Abu Lamahoda menyampaikan ini pada pertemuan bersama dengan para Kafila Da’wah dan pengurus Parmusi NTT di Kupang, Sabtu (22/9/2018).
Abu mengatakan, pada jambore ini sesuai dengan hasil rekapan terdata 151 orang dan harapannya semua bisa ikut. Namun, kendala pendanaan membuat sebagian terpaksa tidak bisa diakomodir dan yang tercatat untuk diberangkatkan, Minggu (23/9/2018) sebanyak 108 orang.
Dijelaskannya, pada jambore nasional Dai yang akan dilaksanakan di Pangrango, Bandung nanti, harapan pengurus wilayah agar peserta tidak sekedar ikut jambore semata. Tapi keberangkatan ini hendaknya menjadi momen berharga untuk peserta menimba banyak hal yang diperoleh selama kegiatan beberapa hari itu.
“Mungkin kita selama ini merasa sudah bisa berda’wah, sudah jadi guru ngaji, kotbah di mimbar, tapi itu belumlah cukup. Mari kita belajar di sana karena ada peserta dari Sumatra, Jawa, kita manfaatkan kesempatan saling komunikasi, cari tahu da’wah di mereka seperti apa. Da’wah tidak hanya bicara di mimbar. Umat kadang jenuh apa yang kita sampaikan tapi umat perlu da’wah secara praktek,” pesan Abu.
Ditambahkannya, ada harapan dari Ketua Umum Parmusi Pusat kepada para Dai yang berangkat ini ke Pangrango agar setelah pulang benar-benar aplikasikan ilmu dan pengetahuan yang diterima untuk dibagikan kepada umat di NTT. Teruskan berda’wah di daerah masing-masing.
“Harapan saya gunakan waktu jambore untuk ambil ilmu sebanyak mungkin ilmu. Timba pengalaman dari semua peserta yang hadir dari semua penjuru daerah lain. Belajarlah pengetahuan yang akan disampaikam para Kiyai dari Mekkah yang akan hadir nanti,” tambah Abu.
Menurut Abu Lamahoda, selama kegiatan jambore tanggal 24-27 September, banyak hal bermanfaat. Utusan dari NTT ini harus mendapatkan ilmu sebanyak mungkin karena utusan ini menjadi ujung tombak Parmusi di daerah yang melaksanakan tugas sebagai Dai, imam masjid. Karena yang pahami soal keadaan umat di daerah adalah para utusan ini.(erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *