Pemprov NTT Salut Terobosan Plan Internasional Indonesia 

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—-Yayasan Plan Internasional Indonesia adalah salah satu lembaga kemanusiaan dan pengembangan masyarakat yang memiliki tujuan mulia. Langkah yang dilakukan adalah  terus memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Dalam upayanya untuk terus meningkatkan kemampuan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat,  salah satu usaha yang di lakukan adalah melalui pendekatan pemberdayaan kewirausahaan sosial. Apa yang dilakukan yayasan ini disambut positif oleh Pemprov NTT.

Hal ini di katakan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Alexander Sena saat membuka dengan resmi acara workshop wirausaha sosial mitra Yayasan Plan Internasional Indonesia,, di Hotel Romyta Kupang,  Senin (17/9/ 2018).

Dikatakan Gubernur Victor, pendekatan pemberdayaan ” kewirausahaan sosial” ini adalah kegiatan usaha yang memiliki misi untuk menyelesaikan berbagai masalah- masalah sosial, lewat pemberdayaan dengan dampak yang terukur. Pemerintah Provinsi NTT akan mendukung penuh pelaksanaan legiatan ini, yang mana bertujuan kesejahteraan seluruh masyarakat. Hal ini disampaikan Gubernur Victor dikarenakan, kewirausahaan sosial merupakan tren bisnis dan sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bakal bermunculan di Indonesia. Usaha ini, menurutnya, tidak sama dengan kegiatan sosial yang bertumpu pada donasi semata seperti hibah, dana sosial nasional maupun Internasional.

Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan workshop kewirausahaan sosial ini,  Gubernur Victor menyampaikan beberapa hal untuk diperhatikan sesuai dengan sifat dari wirausaha sosial antara lain, Pertama, Menjadi agen perubahan sosial, mengadopsi misi untuk menciptakan dan mempertahankan nilai sosial (bukan nilai hanya pribadi), mengenali dan mengejar peluang baru untuk mewujudkan misi tersebut. Kedua, Kreatif dan inovatif, kreatifitas merujuk kepada pembentukan ide-ide baru, sementara inovasi adalah upaya untuk menghasilkan mengatasi masaalah dengan menggunakan ide-ide baru tersebut. Dengan demikian, kreatifitas merupakan titik permulaan dari setiap persoalan. Ketiga, Disiplin dan bekerja keras, seorang wirausaha harus bisa melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dia dihadapkan pada rintangan yang mustahil untuk diatasi. Keempat, Altruis, sikap moral yang memegang prinsip bahwa setiap individu memiliki kewajiban membantu, melayani dan menolong orang lain yang membutuhkan. Tujuan dan tindakannya adalah kesejahteraan masyarakat secara umum. Wirausaha sosial harus memiliki sifat altruis ini karena seluruh tindakannya di dorong oleh keinginan mengatasi  sosial.

Peserta  pada kegiatan workshop wirausaha sosial mitra yayasan plan Internasional Indonesia, 15 Lembaga Swadaya Masyarakat( LSM) di pulau Timor, LSM dari pulau Sumba dan Flores,  Dinas Koperasi  Provinsi NTT, Kopdit TLM, Koperasi Kamanggi dari sumba serta narasumber  Ronald Stefanus, Learn program manager dari Yayasan PLAN Internasional Indonesia ( YPII). (erni amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *