GP Ansor NTT dan Banser Siap Sukseskan Kirab Satu Negeri di NTT

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—--Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) NTT bersama Banser siap mensukseskan kegiatan Kirab Satu Negeri di NTT. Kegiatan bertaraf nasional ini diawali dari Aceh juga di Miangas, Rote-Ndao dan Papua. Untuk NTT dimulai dari Rote-Ndao tanggal 15 September lalu ke Kota Kupang, Ende dan Labuan Bajo. Di setiap titik awal Kirab Satu Negeri diikuti 25 orang dan finishnya nanti tanggal 26 Oktober di Jogjakarta disambut Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua GP Ansor NTT, Taufik Arman Pua Upah, menyampaikan hal ini kepada wartawan pada jumpa pers di  Sekretariat NU NTT, Rabu (12/9/2018). Turut mendampingi Taufik, Komandan Banser, Gulam Masyur, Ketua GP Ansor Kota Kupang,  Abdul syukur, Sekretaris GP Ansor Kota Kupang, Iskan Arman dan beberapa pengurus Ansor NTT dan Kota Kupang.

Taufik menguraikan, pada kegiatan Kirab ini, untuk di NTT pihaknya sudah mempersiapkan secara matang demi sukses dan kelancarannya. Sesuai dengan hasil survei tim GP Ansor Pusat, ada

empat kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan disinggahi rombongan kirab yakni, Rote-Ndao, Kota Kupang, Ende dan Manggarai Barat.

“Anggota kirab sebanyak 25 orang akan tiba di Kupang tanggal   14 September kemudian langsung ke Rote Ndao. Mereka akan disambut pemda dan pengurus Ansor di sana. Setelah di Rote rombongan akan ke Kota Kupang disambut pemkot dengan beberapa agenda kegiatan diantaranya dialog kebangsaan dan penanaman anakan mangrove. Setelah itu mereka ke Ende lalu ke Labuan Bajo,” tuturnya.

Dikatakannya, selama di NTT para peserta akan mengikuti beberapa agenda kegiatan yang sudah ditetapkan walaupun nanti sifatnya tentatif. Tetapi bagi GP Ansor NTT juga Kota Kupang serta Banser dan pemuda Ansor di kabupaten yang akan disinggahi sudah siap mensukseskan kegiatan nasional ini.

Kegiatan kirab ini akan dilaksanakan dalam waktu bersamaan di empat lokasi berbeda yakni di Aceh menyusuri beberapa kabupaten/kota, di Miangaspun sama termasuk di NTT dan Papua. Selesai di kabupaten terakhir di Labuan Bajo, rombongan akan ke NTB disambut GP Ansor juga Banser di provinsi tersebut sampai finish pada tanggal 26 Oktober di Jogjakarta.

“Kirab ini sebagai bagian dari gerakan silaturahim kebangsaan antar pemuda yang digerakan oleh Gerakan Pemuda Ansor Pusat dan Banser. Kita betul-betul siap sukseskan makanya  kewajiban kita siapkan   dengan baik. Kita di NTT akan libatkan semua unsur pemuda lintas agama. Dalam Kirab Satu Negeri ini hal yang ditonjolkan soal toleransi antar umat beragama di setiap titik persinggahan,” ujar Pua Upah.

Dia menambahkan, di setiap titik kegiatan digelar even-even yang sifatnya silahturahim kebangsaan. Semua pihak dilibatkan baik pemda  kabupaten/kota dimana rombongan akan singgah maupun elemen lintas agama. Rombongan akan dijemput  pemda setempat dengan agenda di tiap kabupaten/kota berupa ikrar kebangsaan dan  doa keagamaan oleh tokoh lintas agama. Di Kota Kupang akan dilakukan penanaman mangrove juga dialog kebangsaan. Untuk di Ende rombongan akan mengunjungi tempat pemakaman tokoh agama juga ke Situs Bung Karno dan di Labuan Bajo rombongan akan melihat destinasi wisata yang ada di sana. Selama Kirab berlangsung, tim Banser dan Ansor akan mengawal bekerjasama dengan unsur TNI-Polri juga elemen pemuda lintas agama.

“Kita  serukan kepada semua warga Indonesia bahwa kerukunan hidup antar umat beragama itu penting. Jangan ada lagi perpecahan diantara anak bangsa. Kirab Satu Negeri ini sebagai silaturahim antar pemuda. Dalam 25 anggota kirab itu melibatkan unsur pemuda lintas agama juga. Ini kegiatan sudah dipersiapkan sejak Oktober  2017. Mari kami ajak kita semua pemuda dan elemen terkait di NTT kita satukan hati menjaga daerah dan bangsa ini secara bersama-sama. Jangan ada lagi perbedaan diantara kita,” pintanya.

Abdul Syukur menambahkan, untuk pelaksanaan di Kota Kupang, pihaknya sudah mempersiapkan secara baik. Pihaknya akan menerima rombongan tanggal 16 September ketika rombongan berangkat dari Rote. Selama di Kota Kupang, akan dilaksanakan beberapa kegiatan yang intinya menjaga toleransi antar umat beragama di daerah ini khususnya dan bangsa umumnya.(*/erni amperawati).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *