Menteri BUMN Sambangi SDK  St. Arnoldus Penfui

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—-Menteri BUMN Kabinet Kerja, Rini M Sumarno dalam lawatannya di Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan beberapa agenda kegiatan. Satu dari agendanya adalah menyambangi SDK St. Arnoldus Penfui, Kota Kupang untuk meresmikan ruang kelas baru (RKB). RKB sebanyak 2 buah itu merupakan bantuan dari Kementrian BUMN melalui BNI dengan total anggaran Rp 150 juta.

Kepala SDK St. Arnoldus Penfui, Bernadetha Banu, S.Pd kepada NusaFlobamora, Selasa (14/8/2018) mengungkapkan kegembiraannya atas perhatian dari Kementrian BUMN terhadap lembaga yang dipimpinnya. Sekolah yang sudah berusia 65 tahun ini pada tahun ajaran 2018/2019 ini dibangun 6 RKB yang dua diantaranya merupakan bantuan Kementrian BUMN sedangkan 4 ruangan lainnya merupakan bantuan dari Yayasan Swastisari, Keuskupan Agung Kupang.

Dijelaskannya bahwa lembaga ini memang masih mengalami banyak kekurangan dalam upaya melengkapi kegiatan belajar mengajar. Untuk itu bantuan yang diberikan berupa dua RKB ini sangat membantu meringankan beban yayasan dalam upaya menampung generasi bangsa ini.

“Jadi dana bantuan dari Kementrian BUMN itu lewat BNI sejumlah Rp 150 juta. Kami bersama Yayasan Swastisari membangun 6 ruangan kelas baru dimana dua ruangan bantuan BUMN yang tersalur lewat BNI. Makanya Menteri BUMN, Rini M Sumarno datang meresmikan dua ruangan ini,” katanya.

Bernadetha menambahkan, bantuan dari Kementrian BUMN bukan saja dua RKB tetapi  pihaknya  juga menerima bantuan meja dan  kursi masing-masing sebanyak 60 buah untuk dua ruangan tersebut.

“Pada tahun ajaran 2018/2019 ini total murid seluruhnya dari kelas 1-6 sebanyak 478 anak dengan rincian  laki-laki  253 anak dan perempuan 225 anak dengan 16 rombongan belajar. Ruangan kelas yang kami pakai selama ini memang belum pernah diganti sejak dibangun tahun 1986,” tuturnya.

Dirinya atas nama lembaga dan yayasan menyatakan terima kasih dan ucapan puji syukur pada Tuhan karena melalui Menteri BUMN, membantu meringkan mereka. Harapannya kedepan bukan saja dua ruangan ini saja tetapi bisa lebih karena l animo siswa untuk belajar di sekolah ini cukup  tinggi setiap tahun.

“Saya juga titip harapan buat ibu menteri kalau bisa untuk tenaga K2 dan  K1 saat perekrutan menjadi PNS  jangan hanya prioritaskan sekolah Inpres dan  Negeri saja tetapi juga sekolah swasta. Kami memang masih kekurangan dalam hal tenaga guru PNS karena paling banyak dari guru yayasan,” pinta Bernadetha yang sudah 5 tahun memimpin sekolah ini.(erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *