Lazismu Dilaunching Kehadirannya di NTT

KUPANG.NUSAFLOBAMORA——Lembaga Amil Zakat Nasional (Lazismu) secara resmi dilaunching kehadirannya di NTT. Saat ini kehadiran lembaga ini sudah tersebar di 21 provinsi di Indonesia yang dalam kiprahnya bergerak dalam bidang sosial terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan bagi warga masyarakat yang kurang mampu tanpa memandang suku, ras dan agama.

Ketua Lazismu Pusat, Dr. Hilman Latief, PhD menyampaikan ini kepada wartawan disela-sela launching di Kampus Universitas Muhamadyah Kupang, Rabu (8/8/2018).

Dr. Hilman menjelaskan, Lazismu ini sudah ada di 21 provinsi termasuk NTT tapi NTT masih sangat baru sehingga masih lebih pada pembentukan kelembagaannya belum ke program-program. Walau diakuinya selama ini pihaknya sudah melaksanakan beberapa program di NTT terutama di TTS bekerjasama dengan TPM2K atau tim percepatan penanggulangan kemiskinan dibawa pengawasan Wakil Presiden (wapres). Program yang sudah dilakukan terutama program solar panel, bagi keluarga di desa-desa yang belum tersentuh listrik dan air.

” Kita ada juga membiayai program KKN3T di kampus. Ada beberapa wilayah juga sudah kami bantu terutama di Naikliu, Soe, Manggarai, terutama program literasi.   Kita dorong kegiatan semacam itu di berbagai daerah,”  jelasnya.

Menurutnya, belum lamapun pihaknya sudah melaunching rumah singgah pasien di beberapa wilayah di luar NTT. Ini dimaksudkan untuk membantu warga kurang mampu yang datang dari kabupaten ke rumah sakit untuk kepentingan rujukan. Biasanya warga  kadang di kota menginap antara  tiga sampai lima hari menunggu hasil rujukan atau observasi dari dokter kesulitan utama pada penginapan. Untuk itu rumah singgah ini dapat digunakan warga secara  gratis. Selain itu, ada juga program beasiswa untuk putra putri daerah baik dari Aceh sampai Papua tanpa memandang perbedaan.

“Di Jawa Timur khususnya Kediri kita dorong khusus program Bahasa Inggris bagi para siswa.  Intinya tugas kita membuat konsep membangun kualitas pendidikan dan kesehatan. Kita lengkapi dan sasaran pada daerah yang belum dijamah pemerintah. Harapan saya Muhamadyah di NTT bisa ada bayangkan sehingga ada kontribisi untuk warga NTT,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, lembaga ini otonom yang bergerak dalam bidang  sosial sebagai pendorong guna membantu sesama warga Muslim dan non Muslim di seluruh Indonesia. Lembaga inipun non partisan tidak berafilisasi ke partai apapun karena yang  dijalankan merupakan  amanah sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Muslim dimana menjadi jembatan untuk membantu orang yang berkesusahan.(erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *