Jalan Lingkar Luar di Daerah Bukit Cinta Rusak Berat

KUPANG.NUSAFLOBAMORA-–Jalan lingkar di daerah Bukit Cinta, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang kondisinya sangat memprihatinkan. Jalur jalan yang menghubungkan Bandara El Tari Kupang ini, sudah lama rusak berat tapi lolos dari perhatian mata pejabat daerah ini.

Seperti disaksikan, Rabu (1/8/2018), jalan ini sepintas terlihat dua jalur namun karena rusak berat maka yang terpantau seperti satu jalur. Kondisinya dari jalan masuk di cabang jalur utama ke arah bandara sudah rusak berat. Batu berserakan tidak beraturan sehingga sangat membahayakan para pengendara kendaraan roda dua. Kondisi lain, pada malam hari suasananya sangat mencekam karena gelap gulita. Tidak ada jaringan listrik yang melintasi jalur ini sehingga tidak heran sering terjadi kasus kriminal di kawasan Bukit Cinta.

Salah seorang warga Penfui Timur, Yohanes mengatakan, pemerintah seperti menutup mata melihat kondisi kerusakan jalan di kawasan ini. Padahal jalur ini berada tidak jauh dari Kota Kupang yang merupakan Ibu kota Provinsi NTT. Selama ini warga sudah mengeluh kerusakan jalan ini termasuk persoalan listrik yang belum ada tapi pemerintah dan dewan masa bodoh.

“Sebenarnya pemerintah dan dewan tahu kondisi ini tapi seperti malas tahu. Mereka hanya senang lewat di jalan beraspal mulus dan tidak mau turun lihat jalan yang rusak berat seperti ini. Kalangan dewan kalau mau naik jadi dewan mulai turun rayu warga bilang nanti kalau sudah duduk di dewan akan diperhatikan, tapi hasilnya nol besar. Ini pas mau pemilu siapa yang datang cuma janji kita akan minta buat kesepakatan tertulis supaya jangan asal janji manis saja,” kata Yohanes.

Permasalahan lain, kata Yohanes soal penerangan jalan. Jalur yang ada setiap hari selalu ramai karena banyak mahasiswa dan mahasiswi bermukim di sepanjang jalur ini. Setiap kali kembali dari Kampus biasanya malam hari sehingga sangat rawan dengan kriminalitas.

“Beberapa waktu lalu kan terjadi kasus kriminal di daerah Bukit Cinta. Mahasiswa pulang kampus ada yang dicegat dan dianiaya ini karena daerahnya gelap gulita. Saya berharap pemerintah bisa perhatikan ini. Untung ada keluarga yang rumahnya di pinggir jalan jadi mereka pasang lampu sehingga agak terang,” tambah Yohanes.(erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *